Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Uskup Atambua: Empat Revolusi

Spirit NTT, 31 Maret - 6 April 2008

PELESTARIAN lingkungan hidup merupakan tema sentral seruan gereja dalam memaknai Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2008. Tidaklah mengherankan, para uskup sebagai pemimpin umat Katolik pada beberapa keuskupan se-Regio Nusra, maupun sejagat, selalu mengkampanyekan pentingnya melestarikan lingkungan hidup.
Uskup Atambua, Mgr. Domi Saku, Pr, pun memanfaatkan forum rekoleksi di Aula Paroki Halilulik, Sabtu (8/3/2008) lalu, untuk mengingatkan umatnya agar mencintai lingkungan hidup. Rekoleksi ini dihadiri aparat pemerintah tingkat kecamatan, desa, kelurahan dari empat kecamatan wilayah barat Dekenat Belu Utara.
"Kerusakan lingkungan hidup saat ini sangat memrihatinkan. Perilaku sombong, serakah, saling menyalahkan, berpikir untuk kesenangan sesaat yang dilakukan manusia pertama, kini dilakukan manusia zaman sekarang. Pelestarian lingkungan hidup kini menjadi fokus perhatian Gereja Katolik sejagat," ujar Uskup Domi.
Guna mengatasi kerusakan lingkungan hidup dari perilaku manusia, Uskup Domi menyebut apa yang dinamakan 'Revolusi Keselamatan' melalui empat revolusi hidup manusia. Yakni revolusi perut terkait pola makan, revolusi hati, revolusi perilaku dan revolusi peradaban. "Semua ini untuk merestorasi alam semesta sehingga alam menjadi baru dan bersahabat dengan manusia," ujar uskup.
Dalam forum itu, Uskup Domi menitip dua point penting bagi aparat sebagai pedoman dalam pelayanan sehari-hari. Pertama, hindari kesombongan dan keangkuhan sebagai bagian dari dosa dimana manusia ingin menyamakan diri dan menjadi Tuhan. Gunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk melestarikan lingkungan hidup bukan untuk meraup uang atau mempertahankan kuasa.
Kedua, pasrah. Sikap ini harus dihilangkan karena merugikan diris sendiri serta tidak melatih diri untuk mandiri.
"Tuhan menciptakan dunia dan isinya secara pasti. Karena itu jangan merusaknya karena kesombongan dan kesenangan sesaat. Bersihkan hati dengan cara berpikir selaras dengan apa yang telah direncanakan Tuhan," tegas Uskup Domi.
Rekoleksi ini berlangsung sekitar lima jam, diawali renungan yang difasilitasi Romo Agustinus Bere, Pr (Deken Belu Utara). Usai rekoleksi, Uskup Domi berdialog dengan para peserta rekoleksi dan umat Paroki Halilulik terkait masalah-masalah pastoral dalam lingkup Keuskupan Atambua. (humas belu)

Tidak ada komentar: