Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Program PAUD kurang sosialisasi

Laporan Edy Hayong, Spirit NTT, 31 Maret - 6 April 2008

ATAMBUA, SPIRIT--Sebanyak 42.000 anak usia dini dari total 43.655 anak di Kabupaten Belu hingga kini belum terlayani program pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal ini terjadi karena program ini belum gencar disosaliasikan kepada masyarakat.
Sampai saat ini Dinas Pendidikan Belu baru merekrut 1.505 anak usia dini untuk mengikuti program PAUD. Padahal, sesuai target nasional tahun 2009 pelayanan pendidikan PAUD harus mencapai 35 persen.
Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Pendidikan Luar Sekolah, Non Pormal dan Informal Dinas Pendidikan Belu, Drs. Dominikus Mali, mengatakan itu saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/3/2008).
Dominikus menjelaskan, program pendidikan bagi anak usia dini sudah dicetuskan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Upaya ini dimaksudkan agar anak-anak usia dua tahun hingga enam tahun diberikan rangsangan kemampuan otaknya sehingga kelak saat masuk pendidikan formal tidak terlalu menyulitkan.
Di Kabupaten Belu, kata Dominikus, program PAUD baru dilaksanakan beberapa tahun lalu. Dari hasil pendataan sementara hingga tahun 2005 tercatat anak-anak usia dini di Belu mencapai 43.655 anak. Dari jumlah itu yang sudah mengenyam program PAUD sebanyak 1.505 anak tersebar pada 43 PAUD di seluruh kecamatan.
"Kami selama ini terus melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada orangtua agar anak usia dini dimasukkan dalam kelompok bermain. Di tempat ini anak diberi rangsangan kemampuan otaknya tanpa dipaksakan untuk mengenal huruf. Biarkan anak-anak melakukan aktivitas bermain tanpa harus dipaksakan. Dan, di Belu baru 1.505 anak yang sudah mengikuti program PAUD. Selebihnya sekitar 42.150 anak saat ini belum terlayani. Kami tetap berusaha dengan segala kemampuan agar anak-anak itu bisa mengenyam program PAUD," jelasnya.
Dominikus mengatakan, ribuan anak yang belum terlayani karena kurang sosialisasi dan pelaksanakan program yang terlambat serta masalah pendanaan yang terbatas. Untuk mensukseskan program ini, demikian Dominikus, perlu dukungan semua pihak agar ribuan anak yang belum mengikuti program PAUD dapat terlayani. *

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Memang begitulah. Kurang sosialisasi, dananya entah dipakai untuk apa?