Spirit NTT, 14-20 April 2008
PERUSAHAAN Daerah (PD) Agrobisnis Kabupaten Kupang melakukan gebrakan untuk menyelamatkan petani dari ulah para tengkulak yang selalu mempermainkan harga gabah. Sebab, tak tanggung-tanggung, ulah para tengkulak ini merugikan para petani.
Pada tahun anggaran 2008 ini, PD Agrobisnis akan membangun pabrik penggilingan padi. "Itu gebrakan kami. Saat ini sedang dilakukan survai untuk menentukan lokasi pembangunan pabrik, antara lain Desa Oesao, Oeteta, dan Oelamasi," ujar Gustaf Jacob, S.H, Direktur Perusahaan Daerah (PD) Agrobisnis Kabupaten Kupang, yang dihubungi SPIRIT NTT melalui telepon selulernya, 18 Maret 2008 lalu.
Dipilihnya Oesao dan Oeteta sebagai lokasi pembangunan pabrik penggilingan padi, kata Gustaf, karena dua desa itu sebagai sentra penghasil padi. Sedangkan pemilihan Desa Oelamasi karena letaknya pada lokasi calon ibu kota Kabupaten Kupang dan akan banyak penduduk yang bermukim di sana.
Jika pabrik penggilingan padi ini bisa didirikan dalam waktu dekat, kata Gustaf, hal ini sebagai salah satu alat untuk mengatur kestabilan harga gabah yang selalu dipermainkan oleh para pelaku bisnis atau tengkulak. Keberadaan para tengkulak membuat posisi tawar para petani sangat lemah.
Dukung
Camat Sulamu, Drs. Johanis Munah, yang dihubungi melalui telepon genggamnya menyatakan mendukung jika PD Agrobisnis mendirikan pabrik penggilingan padi di wilayah Sulamu.
Namun, katanya, sarana-prasarana jalan dari dan menuju Kecamatan Sulamu saat ini sudah rusak parah sehingga sangat mempengaruhi kelancaran transportasi untuk mengangkut hasil produksi masyarakat ke pasaran.
"Walaupun jalan dari dan ke Kecamatan Sulamu berstatus jalan propinsi, namun harus ada koordinasi secara aktif untuk segera dilakukan perbaikan, khususnya dari daerah Oeteta ke Sulamu. Kalau tidak segera ditangani, sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulamu," ujarnya.
Saat ini, kata Camat Munah, di Sulamu telah ada lokasi latihan TNI Angkatan Darat, dan ke depan lambat atau cepat akan dibangun dermaga penyeberangan dari dan ke Sulamu untuk memacu pertumbuhan ekonomi. "Jadi, semua ini perlu disikapi dengan keputusan arif dan bijak," tegasnya. (humas kabupaten kupang)
PERUSAHAAN Daerah (PD) Agrobisnis Kabupaten Kupang melakukan gebrakan untuk menyelamatkan petani dari ulah para tengkulak yang selalu mempermainkan harga gabah. Sebab, tak tanggung-tanggung, ulah para tengkulak ini merugikan para petani.
Pada tahun anggaran 2008 ini, PD Agrobisnis akan membangun pabrik penggilingan padi. "Itu gebrakan kami. Saat ini sedang dilakukan survai untuk menentukan lokasi pembangunan pabrik, antara lain Desa Oesao, Oeteta, dan Oelamasi," ujar Gustaf Jacob, S.H, Direktur Perusahaan Daerah (PD) Agrobisnis Kabupaten Kupang, yang dihubungi SPIRIT NTT melalui telepon selulernya, 18 Maret 2008 lalu.
Dipilihnya Oesao dan Oeteta sebagai lokasi pembangunan pabrik penggilingan padi, kata Gustaf, karena dua desa itu sebagai sentra penghasil padi. Sedangkan pemilihan Desa Oelamasi karena letaknya pada lokasi calon ibu kota Kabupaten Kupang dan akan banyak penduduk yang bermukim di sana.
Jika pabrik penggilingan padi ini bisa didirikan dalam waktu dekat, kata Gustaf, hal ini sebagai salah satu alat untuk mengatur kestabilan harga gabah yang selalu dipermainkan oleh para pelaku bisnis atau tengkulak. Keberadaan para tengkulak membuat posisi tawar para petani sangat lemah.
Dukung
Camat Sulamu, Drs. Johanis Munah, yang dihubungi melalui telepon genggamnya menyatakan mendukung jika PD Agrobisnis mendirikan pabrik penggilingan padi di wilayah Sulamu.
Namun, katanya, sarana-prasarana jalan dari dan menuju Kecamatan Sulamu saat ini sudah rusak parah sehingga sangat mempengaruhi kelancaran transportasi untuk mengangkut hasil produksi masyarakat ke pasaran.
"Walaupun jalan dari dan ke Kecamatan Sulamu berstatus jalan propinsi, namun harus ada koordinasi secara aktif untuk segera dilakukan perbaikan, khususnya dari daerah Oeteta ke Sulamu. Kalau tidak segera ditangani, sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulamu," ujarnya.
Saat ini, kata Camat Munah, di Sulamu telah ada lokasi latihan TNI Angkatan Darat, dan ke depan lambat atau cepat akan dibangun dermaga penyeberangan dari dan ke Sulamu untuk memacu pertumbuhan ekonomi. "Jadi, semua ini perlu disikapi dengan keputusan arif dan bijak," tegasnya. (humas kabupaten kupang)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar