Laporan Marsel Ali, Spirit NTT, 14-20 April 2008
KUPANG, SPIRIT--Bupati Kupang, Drs. IA Medah, meminta setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar mengkaji atau melakukan studi kelayakan teknis terhadap semua usulan dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab) Kupang. Usulan tersebut diharapkan bisa bersinergi dan memberi nilai tambah bagi masyarakat setempat.
Medah mengatakan itu pada pembukaan Musrenbangkab Kupang yang berlangsung di Aula Diklat Propinsi NTT, Rabu (9/4/2008). Kegiatan ini akan berlangsung hingga hari Kamis (10/4/) 2008. Acara itu dibuka Asisten III Setda NTT, Ir. Benny Ndoenboey, M.Si, yang mewakili Gubernur NTT, Piet A Tallo, S.H. Medah berharap agar SKPD mensinkronkan usul kegiatan yang bersumber dari berbagai pihak terutama dengan sumber dana yang berbeda sehingga tidak tumpang tindih.
Ia juga mengingatkan, dalam era partisipasi dan transparansi saat ini, tuntutan masyarakat terhadap perbaikan kinerja instansi pemerintah cukup gencar. Oleh karena itu, kata dia, perlu dikedepankan pola pendekatan pembangunan yang lebih partisipatif di mana masyarakat memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan program yang menjadi kebutuhannya.
"Kita perlu mengubah pola kerja dengan memperbaiki kinerja melalui implementasi progaram dan kegiatan yang mampu memberikan nilai tambah atau nilai lebih bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur NTT dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Beny Ndoenboey, menjelaskan bahwa untuk meraih keberhasilan butuh dukungan dan kerja sama yang solid dari elemen masyarakat pada tiap kabupaten/kota.
Untuk itu, perlu dioptimalkan sumber-sumber produksi dan pendapatan daerah untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Caranya meningkatkan investasi sektor riil dan jasa didukung peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola sumber daya alam NTT yang memiliki banyak keunggulan spesifik.
Ketua Panitia Penyelenggara, Rima KS Salean, S.E, menambahkan musrenbangkab bertujuan untuk mendapatkan masukan bagi penyusunan rendana kerja pemerintah daerah (RKPD) yang memuat prioritas pembangunan daerah, plafon/pagu indikatif pendanaan berdasarkan fungsi SKPD kabupaten. Kegiatan ini melibatkan para camat, representasi tokoh masyarakat se-Kabupaten Kupang dan SKPD Kabupaten Kupang. *
KUPANG, SPIRIT--Bupati Kupang, Drs. IA Medah, meminta setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar mengkaji atau melakukan studi kelayakan teknis terhadap semua usulan dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab) Kupang. Usulan tersebut diharapkan bisa bersinergi dan memberi nilai tambah bagi masyarakat setempat.
Medah mengatakan itu pada pembukaan Musrenbangkab Kupang yang berlangsung di Aula Diklat Propinsi NTT, Rabu (9/4/2008). Kegiatan ini akan berlangsung hingga hari Kamis (10/4/) 2008. Acara itu dibuka Asisten III Setda NTT, Ir. Benny Ndoenboey, M.Si, yang mewakili Gubernur NTT, Piet A Tallo, S.H. Medah berharap agar SKPD mensinkronkan usul kegiatan yang bersumber dari berbagai pihak terutama dengan sumber dana yang berbeda sehingga tidak tumpang tindih.
Ia juga mengingatkan, dalam era partisipasi dan transparansi saat ini, tuntutan masyarakat terhadap perbaikan kinerja instansi pemerintah cukup gencar. Oleh karena itu, kata dia, perlu dikedepankan pola pendekatan pembangunan yang lebih partisipatif di mana masyarakat memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan program yang menjadi kebutuhannya.
"Kita perlu mengubah pola kerja dengan memperbaiki kinerja melalui implementasi progaram dan kegiatan yang mampu memberikan nilai tambah atau nilai lebih bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur NTT dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Beny Ndoenboey, menjelaskan bahwa untuk meraih keberhasilan butuh dukungan dan kerja sama yang solid dari elemen masyarakat pada tiap kabupaten/kota.
Untuk itu, perlu dioptimalkan sumber-sumber produksi dan pendapatan daerah untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Caranya meningkatkan investasi sektor riil dan jasa didukung peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola sumber daya alam NTT yang memiliki banyak keunggulan spesifik.
Ketua Panitia Penyelenggara, Rima KS Salean, S.E, menambahkan musrenbangkab bertujuan untuk mendapatkan masukan bagi penyusunan rendana kerja pemerintah daerah (RKPD) yang memuat prioritas pembangunan daerah, plafon/pagu indikatif pendanaan berdasarkan fungsi SKPD kabupaten. Kegiatan ini melibatkan para camat, representasi tokoh masyarakat se-Kabupaten Kupang dan SKPD Kabupaten Kupang. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar