Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Raskin tidak membuat rakyat bergantung pada pemerintah

Spirit NTT, 21-27 April 2008

KEFAMENANU, SPIRIT-- Program penyaluran beras untuk rakyat miskin (Raskin) tidak menggantungkan harapan masyarakat pada pemerintah. Hal ini disampaikan Bupati TTU, Drs. Gabriel Manek, M.Si, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt. Sekretaris Kabupaten (Sekab) TTU, Drs. Saijao Dominikus, ketika membuka acara evaluasi Raskin Tahun 2007 dan sosialisasi Raskin Tahun 2008 bagi para camat dan para kepala desa/lurah se-Kabupaten TTU di Aula Bale Biinmaffo-Kefamenanu, Kamis (10/4/2008).
Kegiatan ini menghadirkan seluruh camat, kepala desa dan lurah se-Kabupaten TTU untuk mengevaluasi kembali penyaluran raskin kepada masyarakat rumah tangga miskin se-Kabupaten TTU yang telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2007 lalu dan sosialisasi penyaluran raskin untuk tahun anggaran 2008 yang telah ditetapkan dalam Keputusan Bupati TTU No. 82 Tahun 2008 tentang Penetapan Jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) dan Alokasi Pagu Beras Miskin (Raskin) Kabupaten TTU tahun anggaran 2008.

Dalam keputusan bupati tersebut, telah ditetapkan bahwa jumlah rumah tangga miskin Kabupaten TTU tahun anggaran 2008 sebanyak 30.575 rumah tangga miskin dan alokasi pagu raskin sebanyak 4. 433. 375 kg. Dan, dari keputusan tersebut juga telah ditetapkan jumlah rumah tangga miskin dan alokasi pagu beras untuk setiap kecamatan di seluruh wilayah TTU.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Manek dalam sambutannya mengatakan, dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan yang menjadi hak setiap warga negara, maka sejak tahun 1998 pemerintah telah menetapkan kebijakan penyediaan dan penyaluran beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat miskin.
Penyaluran beras bersubsidi ini, diakuinya, telah banyak membantu sebagian masyarakat miskin dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Namun di lain pihak, penyaluran beras bersubsidi ini juga telah banyak menciptakan ketergantungan masyarakat miskin kepada pemerintah.
Bupati Manek menyarankan agar penyaluran raskin tersebut dapat dilaksanakan dengan tepat sasaran, tepat waktu, dan harga terjangkau oleh masyarakat, diperlukan upaya yang terkoordinir dan terpadu antara instansi-instansi terkait dalam menentukan kebijakan perencanaan, anggaran, pelaksanaan dan penyaluran, monitoring dan evaluasi serta penanganan terhadap pengaduan masyarakat.
"Program raskin juga merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan yang saat ini sedang kita laksanakan, dimana penanggulangan kemiskinan juga merupakan salah satu prioritas utama pembangunan di TTU dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten TTU, yang telah dan sedang kita jalankan," ujarnya.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan penyaluran raskin selama ini, Bupati Manek berpendapat terkesan bahwa masih belum optimal.
"Hal ini dapat saya katakan karena masih terdapat pengaduan dari berbagai kelompok masyarakat yang tidak mendapatkan jatah raskin, dan yang lebih parah lagi adalah bahwa penyaluran raskin tersebut di arahkan kepada kaum pemilik modal atau kepada masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas," ujarnya. (verry lake)



Pelayanan prima

BUPATI Manek memberi solusi agar penyaluran raskin tahun anggaran 2008 berjalan optimal. "Saya sangat mengharapkan perhatian dan partisipasi aktif dari kita sekalian sebagai aparatur pemerintahan untuk senantiasa memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat termasuk masalah penyaluran raskin," tegasnya.
Dalam konteks ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, Bupati Manek menyampaikan bahwa di samping berjalannya penyaluran raskin bagi segenap keluarga miskin, juga yang paling penting harus kita (camat, kades/lurah, Red) laksanakan adalah usaha bagaimana mendorong masyarakat untuk senantiasa bekerja lebih giat lagi sehingga masyarakat tidak tetap bergantung pada bantuan pemerintah berupa penyaluran beras raskin tetapi setidaknya masyarakat mampu menciptakan ketahanan pangan bagi keluarganya sendiri, karena pembangunan yang bersifat sentralistik seringkali hasilnya tidak memuaskan masyarakat.
Dengan demikian, katanya, dapat dibuktikan bahwa program pembangunan tetap berjalan lancar tetapi hasilnya tidak memuaskan masyarakat karena perencanaan tidak sesuai dengan apa yang ada pada masyarakat. Maka kenyataan sosial yang terjadi adalah terdapatnya kemiskinan pada masyarakat kecil di atas potensi kekayaan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang melimpah.
Dengan kata lain, lanjutnya, karena kesalahan sistem maka kita miskin di atas melimpahnya kekayaan yang ada.
Terkait pelaksanaan kegiatan evaluasi dan sosialisasi raskin ini, Bupati Manek, atas nama pemerintah Daerah Kabupaten TTU menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang secara langsung telah membantu pemerintah daerah selama tahun 2007 dalam melaksanakan program penyaluran raskin bagi rumah tangga miskin di kabupaten ini, antara lain melalui kegiatan pencatatan rumah tangga miskin sampai dengan penyaluran raskin bagi masyarakat.
"Semua kegiatan yang telah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan, juga merupakan salah satu upaya untuk mensukseskan Panca Program Strategis dan Dua Program Khusus Kabupaten TTU, serta merupakan strategi pemerintah untuk dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya dukungan dari kita semua sebagai pelaku pembangunan demi tercapainya tujuan dimaksud," ungkapnya.
Kepada para camat dan para kepala desa/lurah, Bupati Manek berharap dapat memberikan kemampuan terbaiknya bagi tercapainya peningkatan mutu hidup masyarakat terutama keluarga rumah tangga miskin. (verry lake/humas TTU)


Tidak ada komentar: