Laporan Adiana Ahmad, Spirit NTT, 21-27 April 2008
WAINGAPU, SPIRIT--Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) mendapat alokasi 335.000 liter minyak goreng bersubsidi dengan total dana Rp 837.500.000,00. Jumlah itu meningkat dari alokasi sebelumnya 20.000 liter dengan total subsidi Rp 50.000.000,00. Penjualannya menggunakan kupon dan setiap kepala keluarga (KK) hanya boleh membeli dua liter.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Sumtim, Ir. Siliwolu, M.Si, saat ditemui SPIRIT NTT di ruang kerjanya, Senin (14/4/2008), mengatakan, besarnya alokasi subsidi minyak goreng untuk Sumtim diketahui dari Surat Edaran Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi NTT Nomor: Perindag. Prov/511.4/358/2008 perihal penyaluran minyak goreng bersubsidi tanggal 19 Maret 2008. Penegasan tentang alokasi subsidi minyak goreng untuk Sumtim diikuti surat dari Direktur CV Lumbung Sejahtera Kupang tentang permohonan untuk menyalurkan minyak goreng bersubsidi di daerah itu.
Siliwolu menyatakan, penyaluran minyak goreng bersubsidi di Sumtim tahun 2008 akan terealisasi. "Tahun 2007 tidak terealisasi karena petunjuk teknisnya tidak jelas. Sekarang petunjuk teknisnya sudah jelas. Bahkan kupon pembelian minyak goreng bersubsidi sudah ada di tangan kita," kata Siliwolu.
Dia menjelaskan, sesuai petunjuk teknis setiap keluarga hanya boleh membeli dua liter. Karena itu, kata Siliwolu, pihaknya akan meminta bantuan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumtim untuk ikut memantau pelaksanaan penjualan minyak goreng bersubsidi ini. "Penjualan akan menggunakan sistem kupon untuk mencegah penyimpangan atau penimbunan," jelasnya.
Siliwolu menegaskan, jika CV Lumbung Sejahtera sudah memberi kepastian tentang kemampuan stok, pada bulan ini juga pejualan minyak goreng bersubsidi dimulai. Soal harga, terang Siliwolu, masih perlu dibicarakan lagi dengan distributor penyedia stok karena harga minyak goreng di pasaran masih variasi antara Rp 13.000,00 hingga Rp 15.000,00/ liter. Dari harga dasar yang ditetapkan, katanya, pemerintah akan menanggung Rp 2.500,00/ liternya.
Siliwolu mengungkapkan, jika stok minyak goreng telah tersedia, pihaknya akan berupaya dalam waktu tiga bulan semua minyak goreng bersubsidi untuk Sumtim telah selesai terjual. "Penjualan minyak goreng bersubsidi ini dimulai dari Waingapu dan kecamatan-kecamatan berpenduduk padat. Penjualan minyak goreng akan dipusatkan di ibukota kecamatan," katanya. *
WAINGAPU, SPIRIT--Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) mendapat alokasi 335.000 liter minyak goreng bersubsidi dengan total dana Rp 837.500.000,00. Jumlah itu meningkat dari alokasi sebelumnya 20.000 liter dengan total subsidi Rp 50.000.000,00. Penjualannya menggunakan kupon dan setiap kepala keluarga (KK) hanya boleh membeli dua liter.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Sumtim, Ir. Siliwolu, M.Si, saat ditemui SPIRIT NTT di ruang kerjanya, Senin (14/4/2008), mengatakan, besarnya alokasi subsidi minyak goreng untuk Sumtim diketahui dari Surat Edaran Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi NTT Nomor: Perindag. Prov/511.4/358/2008 perihal penyaluran minyak goreng bersubsidi tanggal 19 Maret 2008. Penegasan tentang alokasi subsidi minyak goreng untuk Sumtim diikuti surat dari Direktur CV Lumbung Sejahtera Kupang tentang permohonan untuk menyalurkan minyak goreng bersubsidi di daerah itu.
Siliwolu menyatakan, penyaluran minyak goreng bersubsidi di Sumtim tahun 2008 akan terealisasi. "Tahun 2007 tidak terealisasi karena petunjuk teknisnya tidak jelas. Sekarang petunjuk teknisnya sudah jelas. Bahkan kupon pembelian minyak goreng bersubsidi sudah ada di tangan kita," kata Siliwolu.
Dia menjelaskan, sesuai petunjuk teknis setiap keluarga hanya boleh membeli dua liter. Karena itu, kata Siliwolu, pihaknya akan meminta bantuan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumtim untuk ikut memantau pelaksanaan penjualan minyak goreng bersubsidi ini. "Penjualan akan menggunakan sistem kupon untuk mencegah penyimpangan atau penimbunan," jelasnya.
Siliwolu menegaskan, jika CV Lumbung Sejahtera sudah memberi kepastian tentang kemampuan stok, pada bulan ini juga pejualan minyak goreng bersubsidi dimulai. Soal harga, terang Siliwolu, masih perlu dibicarakan lagi dengan distributor penyedia stok karena harga minyak goreng di pasaran masih variasi antara Rp 13.000,00 hingga Rp 15.000,00/ liter. Dari harga dasar yang ditetapkan, katanya, pemerintah akan menanggung Rp 2.500,00/ liternya.
Siliwolu mengungkapkan, jika stok minyak goreng telah tersedia, pihaknya akan berupaya dalam waktu tiga bulan semua minyak goreng bersubsidi untuk Sumtim telah selesai terjual. "Penjualan minyak goreng bersubsidi ini dimulai dari Waingapu dan kecamatan-kecamatan berpenduduk padat. Penjualan minyak goreng akan dipusatkan di ibukota kecamatan," katanya. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar