Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Pangdam: Hindari konflik horisontal

Spirit NTT, 21-27 April 2008

MOTAAIN, SPIRIT--Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI George R Situmeang, menekankan, agar seluruh aparatur TNI-AD yang bertugas di Propinsi NTT agar bisa mencegah konflik horisontal sekaligus menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
"Macam yang terjadi waktu demonstrasi warga kita eks Timor Timur itu. Ketahuilah bahwa wilayah perbatasan seperti Kabupaten Belu ini menjadi salah satu prioritas kita. Tetapi dana yang dimiliki pemerintah terbatas. Kita harus bisa ikut memberikan penjelasan itu pada masyarakat," katanya di Mota Ain, Kabupaten Belu, Jumat (18/4/2008).
Situmeang dan sejumlah asistennya beserta Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang, Kolonel Infantri Winston Simanjuntak, berada di Kabupaten Belu, yang menjadi wilayah kerja Kodim 1605/Belu, dalam satu kunjungan kerja selama beberapa hari.
Selama di Belu, dia mengunjungi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Timor Timur (STPPIT) Markas Besar TNI, Kodim 1605/Belu, dan Batalion Infantri 744/SYB.
Pada kunjungan kerja itu, Situmeang melihat langsung pelaksanaan tugas personel STPPIT Markas Besat TNI yang dipimpin Letnan Kolonel Infantri Muhammad Kusdaryono, di Pintu Utama Lintas Batas Mota Ain, aktivitas personil Kodim 1605/Belu yang dipimpin Letnan Kolonel Infantri Samuel P Hehakaya, dan mengunjungi para personel Batalion Infantri 744/SYB di bawah komando Letnan Kolonel Infantri Yunianto.
"Bertugas di garis batas negara seperti di sini, sungguh sangat unik. Secara administrasi kenegaraan, kita berpisah dari Timor Timur yang kini menjadi satu negara berdaulat. Tetapi secara darah, masih banyak saudara kalian yang tinggal di sana. Kita harus menghormati aturan-aturan negara masing-masing," katanya.
Bahkan, katanya, penghindaran diri dari konflik horizontal di antara masyarakat itu bisa dimotori para personel TNI-AD di wilayah Kabupaten Belu melalui dialog dengan masyarakat.
"Kalau kebetulan bisa berdialog dengan saudara-saudara kalian dari 'sebelah' itu, katakan bahwa pemerintah mereka sedang bekerja keras membangun negara itu. Bantulah pemerintah mereka juga dengan cara menjaga keamanan. Kalau di sana aman, pasti di sini senang juga," katanya.
Di lingkungan Kodim 1605/Belu, saat ini masih terdapat sekitar 305 personel yang berasal dari Timor Timur, dan setelah jajak pendapat pada 1999 memilih menjadi personel TNI-AD. (antara)

Tidak ada komentar: