Laporan Edy Hayong, Spirit NTT, 21-27 April 2008
ATAMBUA, SPIRIT---Manajemen Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Atambua sejak Februari 2008 membuka program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pengusaha ekonomi mikro. Pembukaan program ini untuk meningkatkan usaha masyarakat kecil yang selama ini kurang diperhatikan.
Pimpinan Cabang BRI Atambua, Edi Prawaskito, didampingi staf, Juharto, kepada wartawan di Atambua, Kamis (17/4/2008), menjelaskan, program KUR merupakan program nasional dan hanya diterapkan di enam bank terkemuka di Indonesia, yakni BRI, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri. Program ini lebih pada upaya memberdayakan usaha ekonomi mikro yang selama ini kurang mendapat sentuhan.
Terkait hal itu, kata Edi, BRI Atambua sejak Februari 2008 telah membuka program itu. Hingga April 2008 tercatat 70 penerima kredit dari target tahun 2008 sebanyak 500 nasabah. "KUR mudah urusannya. Untuk memohon kredit syaratnya tidak rumit pemohon cuma ajukan surat permohonan dengan melampirkan KTP/kartu keluarga dan menunjukkan unit usaha. Tim BRI akan ke lokasi usaha untuk memastikan unit usaha benar ada," katanya.
Menurut Edi, KUR hadir untuk mendidik masyarakat kecil menjadi usahawan profesional dalam usahanya. Untuk itu, BRI memberikan kesempatan kepada siapapun untuk ajukan permohonan tanpa harus memikirkan urusan berbelit.
"Dari 70 nasabah yang sudah kita rekrut selain mereka datang sendiri, ada juga yang kita turun lapangan mendekati mereka. Banyak dari nasabah ini merupakan pedagang kecil di pasar, pedagang keliling. Pinjaman mereka rata-rata Rp 2 juta hingga Rp 5 juta dengan bunga pengembalian kecil," kata Edi.
Edi juga menjelaskan, 2.116 nasabah BRI di empat unit dan BRI Cabang Atambua siap mengadu nasib pada penarikan undian Simpedes semester II tahun 2007 (periode Juli- Desember 2007). Penarikan undian dilaksanakan Sabtu (19/4/2008) dengan menarik 2.843.867 nomor untuk merebut hadiah utama mobil dan motor, serta hadiah hiburan.
Edi mengatakan, penarikan undian Simpedes dua kali dalam setahun. Penarikan kali ini total hadiah Rp 150 juta lebih tinggi dibanding semester I. *
ATAMBUA, SPIRIT---Manajemen Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Atambua sejak Februari 2008 membuka program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pengusaha ekonomi mikro. Pembukaan program ini untuk meningkatkan usaha masyarakat kecil yang selama ini kurang diperhatikan.
Pimpinan Cabang BRI Atambua, Edi Prawaskito, didampingi staf, Juharto, kepada wartawan di Atambua, Kamis (17/4/2008), menjelaskan, program KUR merupakan program nasional dan hanya diterapkan di enam bank terkemuka di Indonesia, yakni BRI, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri. Program ini lebih pada upaya memberdayakan usaha ekonomi mikro yang selama ini kurang mendapat sentuhan.
Terkait hal itu, kata Edi, BRI Atambua sejak Februari 2008 telah membuka program itu. Hingga April 2008 tercatat 70 penerima kredit dari target tahun 2008 sebanyak 500 nasabah. "KUR mudah urusannya. Untuk memohon kredit syaratnya tidak rumit pemohon cuma ajukan surat permohonan dengan melampirkan KTP/kartu keluarga dan menunjukkan unit usaha. Tim BRI akan ke lokasi usaha untuk memastikan unit usaha benar ada," katanya.
Menurut Edi, KUR hadir untuk mendidik masyarakat kecil menjadi usahawan profesional dalam usahanya. Untuk itu, BRI memberikan kesempatan kepada siapapun untuk ajukan permohonan tanpa harus memikirkan urusan berbelit.
"Dari 70 nasabah yang sudah kita rekrut selain mereka datang sendiri, ada juga yang kita turun lapangan mendekati mereka. Banyak dari nasabah ini merupakan pedagang kecil di pasar, pedagang keliling. Pinjaman mereka rata-rata Rp 2 juta hingga Rp 5 juta dengan bunga pengembalian kecil," kata Edi.
Edi juga menjelaskan, 2.116 nasabah BRI di empat unit dan BRI Cabang Atambua siap mengadu nasib pada penarikan undian Simpedes semester II tahun 2007 (periode Juli- Desember 2007). Penarikan undian dilaksanakan Sabtu (19/4/2008) dengan menarik 2.843.867 nomor untuk merebut hadiah utama mobil dan motor, serta hadiah hiburan.
Edi mengatakan, penarikan undian Simpedes dua kali dalam setahun. Penarikan kali ini total hadiah Rp 150 juta lebih tinggi dibanding semester I. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar