Laporan Adiana Ahmad, Spirit NTT, 21-27 April 2008
WAINGAPU, SPIRIT--Pengembalian dana program pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan (LUEP) di Kabupaten Sumba Timur masih menunggak sebesar Rp 113 juta. Kini Bada Bimmas Ketahanan Pangan (B2KP) Sumba Timur mengingatkan CV Sumber Jaya, karena menunggak dana tersebut.
Kepala B2KP Sumba Timur, Ir. I Bagus Punia, yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/4/2008), mengatakan, CV Sumber Jaya seharusnya mengembalikan dana itu 15 Desember 2007 lalu. "Itu tanggal jatuh tempo, tapi yang bersangkutan tidak lakukan. Dia mengembalikan hanya sebagian dan sisanya Rp 113 juta hingga kini belum dikembalikan," kata Bagus.
"Kabupaten Sumba Timur yang selama ini dikenal cukup berprestasi dalam pengembalian dana LUEP dicederai dengan tunggakan dari CV Sumber Jaya. Alokasi dana LUEP untuk Sumba Timur mengalami penurunan hingga 300 persen pada tahun 2008. Kalau sebelumnya kita mendapat alokasi LUEP dari Pemerintah Pusat dan Propinsi NTT di atas Rp 2 miliar, tahun ini hanya Rp 1 miliar. Dari APBN hanya Rp 500 juta, APBD I Rp 500 juta. Dan, APBD II Rp 200 juta untuk dana pembinaan pengusaha pemula," kata Bagus. *
WAINGAPU, SPIRIT--Pengembalian dana program pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan (LUEP) di Kabupaten Sumba Timur masih menunggak sebesar Rp 113 juta. Kini Bada Bimmas Ketahanan Pangan (B2KP) Sumba Timur mengingatkan CV Sumber Jaya, karena menunggak dana tersebut.
Kepala B2KP Sumba Timur, Ir. I Bagus Punia, yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/4/2008), mengatakan, CV Sumber Jaya seharusnya mengembalikan dana itu 15 Desember 2007 lalu. "Itu tanggal jatuh tempo, tapi yang bersangkutan tidak lakukan. Dia mengembalikan hanya sebagian dan sisanya Rp 113 juta hingga kini belum dikembalikan," kata Bagus.
"Kabupaten Sumba Timur yang selama ini dikenal cukup berprestasi dalam pengembalian dana LUEP dicederai dengan tunggakan dari CV Sumber Jaya. Alokasi dana LUEP untuk Sumba Timur mengalami penurunan hingga 300 persen pada tahun 2008. Kalau sebelumnya kita mendapat alokasi LUEP dari Pemerintah Pusat dan Propinsi NTT di atas Rp 2 miliar, tahun ini hanya Rp 1 miliar. Dari APBN hanya Rp 500 juta, APBD I Rp 500 juta. Dan, APBD II Rp 200 juta untuk dana pembinaan pengusaha pemula," kata Bagus. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar