Spirit NTT, 21-27 April 2008
KEWAPANTE, SPIRIT--Camat Kewapante, L Bertholomeus, S.Sos, mencanangkan gerakan menanam kelapa tingkat kecamatan setempat di Dusun Getang, Desa Umagera, Kecamatan Kewapante, Selasa (1/4/2008).
Camat Bertholomeus mengatakan, kelapa selain sebagai komoditi unggulan dan primadona yang bernilai ekonomis, juga telah ikut mengangkat harkat dan martabat manusia di Sikka, karena merupakan salah satu pelengkap seremoni adat. Karena itu, tanaman kelapa sepantasnya terus dibudidayakan. Tanaman kelapa, kata Bertholomeus, telah mengangkat harkat dan martabat manusia Kabupaten Sikka, terutama derajat sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Dikisahkannya, pada tahun 60-an yang dapat melanjutkan sekolah pada tingkat pendidikan lanjutan dan perguruan tinggi hanyalah anak petani yang mempunyai kebun kelapa.
Namun sekarang, katanya, tanaman ini hampir punah karena petani lebih suka menanam tanaman perkebunan lainnya (jambu mete, coklat, cengkeh dan lain-lain) daripada kelapa. "Kondisi inilah yang menggugah pemerintah kecamatan untuk membuat satu gerakan yang bermaksud mengajak seluruh masyarakat untuk menggalakkan kembali tanaman kelapa," ujarnya.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 April untuk mengenang kembali pelaksanaan REPELITA I pada tangal 1 April 1969 (40 tahun yang lalu).
Ditinjau dari aspek manfaat, lanjutnya, tanaman kelapa sangat membantu petani, di mana tanaman primadona ini berbuah tidak mengenal musim dan terbukti cukup tahan terhadap hama penyakit serta dapat dirasakan langsung oleh para petani dimana buahnya dapat dimakan dan dijual dengan harga yang cukup tinggi di pasaran.
"Kalau dihitung secara rinci harga 1 kg kopra (4 buah kelapa) setara dengan harga 1 kg beras yang sudah dapat memberi makan satu keluarga dalam satu hari," tandas Camat Kewapante dengan penuh semangat.
Camat Kewapante yang murah senyum ini, juga menjelaskan ketika petani sementara menyiapkan lahan pertaniannya, buah kelapa dapat dimanfaatkan untuk menyegarkan rasa dahaga dan memberikan kekuatan bagi tubuh untuk melanjutkan kegiatan.
Kepada masyarakat Kecamatan Kewapante pada umumnya, camat meminta agar momen tersebut dapat memberikan motivasi untuk menanam terus dan terus menanam kelapa.
Kepada para kepala desa, camat mengharapkan agar gerakan ini dapat diteruskan kepada segenap lapisan masyarakat dalam wilayah desa masing-masing untuk menanam kelapa pada semua lahan yang masih dapat ditanam.
"Tanaman kelapa mempunyai peluang pasar dan prospek masa depan yang cerah bagi petani," tegasnya.
Hadir pada kesempatan pencanangan tersebut, Danramil 1603-04 Kewapante, pimpinan dinas/instansi lingkup Kecamatan Kewapante, Pegawai Negeri Sipil, para kepala desa tetangga dan ratusan warga masyarakat dalam Desa Umagera dan sekitarnya.
Kegiatan diawali dengan apel pencanangan yang dilaksanakan langsung di kebun milik Paulus Lopi, selanjutnya kegiatan penanaman kelapa sekitar 100 pohon di tanah milik petani (paulus lopi)
KEWAPANTE, SPIRIT--Camat Kewapante, L Bertholomeus, S.Sos, mencanangkan gerakan menanam kelapa tingkat kecamatan setempat di Dusun Getang, Desa Umagera, Kecamatan Kewapante, Selasa (1/4/2008).
Camat Bertholomeus mengatakan, kelapa selain sebagai komoditi unggulan dan primadona yang bernilai ekonomis, juga telah ikut mengangkat harkat dan martabat manusia di Sikka, karena merupakan salah satu pelengkap seremoni adat. Karena itu, tanaman kelapa sepantasnya terus dibudidayakan. Tanaman kelapa, kata Bertholomeus, telah mengangkat harkat dan martabat manusia Kabupaten Sikka, terutama derajat sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Dikisahkannya, pada tahun 60-an yang dapat melanjutkan sekolah pada tingkat pendidikan lanjutan dan perguruan tinggi hanyalah anak petani yang mempunyai kebun kelapa.
Namun sekarang, katanya, tanaman ini hampir punah karena petani lebih suka menanam tanaman perkebunan lainnya (jambu mete, coklat, cengkeh dan lain-lain) daripada kelapa. "Kondisi inilah yang menggugah pemerintah kecamatan untuk membuat satu gerakan yang bermaksud mengajak seluruh masyarakat untuk menggalakkan kembali tanaman kelapa," ujarnya.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 April untuk mengenang kembali pelaksanaan REPELITA I pada tangal 1 April 1969 (40 tahun yang lalu).
Ditinjau dari aspek manfaat, lanjutnya, tanaman kelapa sangat membantu petani, di mana tanaman primadona ini berbuah tidak mengenal musim dan terbukti cukup tahan terhadap hama penyakit serta dapat dirasakan langsung oleh para petani dimana buahnya dapat dimakan dan dijual dengan harga yang cukup tinggi di pasaran.
"Kalau dihitung secara rinci harga 1 kg kopra (4 buah kelapa) setara dengan harga 1 kg beras yang sudah dapat memberi makan satu keluarga dalam satu hari," tandas Camat Kewapante dengan penuh semangat.
Camat Kewapante yang murah senyum ini, juga menjelaskan ketika petani sementara menyiapkan lahan pertaniannya, buah kelapa dapat dimanfaatkan untuk menyegarkan rasa dahaga dan memberikan kekuatan bagi tubuh untuk melanjutkan kegiatan.
Kepada masyarakat Kecamatan Kewapante pada umumnya, camat meminta agar momen tersebut dapat memberikan motivasi untuk menanam terus dan terus menanam kelapa.
Kepada para kepala desa, camat mengharapkan agar gerakan ini dapat diteruskan kepada segenap lapisan masyarakat dalam wilayah desa masing-masing untuk menanam kelapa pada semua lahan yang masih dapat ditanam.
"Tanaman kelapa mempunyai peluang pasar dan prospek masa depan yang cerah bagi petani," tegasnya.
Hadir pada kesempatan pencanangan tersebut, Danramil 1603-04 Kewapante, pimpinan dinas/instansi lingkup Kecamatan Kewapante, Pegawai Negeri Sipil, para kepala desa tetangga dan ratusan warga masyarakat dalam Desa Umagera dan sekitarnya.
Kegiatan diawali dengan apel pencanangan yang dilaksanakan langsung di kebun milik Paulus Lopi, selanjutnya kegiatan penanaman kelapa sekitar 100 pohon di tanah milik petani (paulus lopi)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar