Spirit NTT, 14-20 April 2008
Beli PAKU
SUATU hari Mo'at Dius pigi Toko Lio mo beli paku, abisnya dia pu jendela rumah agak rusak jadi dia mau perbaiki. Sampe di Toko Lio, Dius langsung teriak ke baba yang lagi sibuk deng para pembeli lain.
Dius: "Baba, beli paku setengah kilo."
Baba yang asik melayani para pembeli lain cuek saja deng Dius, tapi sebenarnya Baba dengar Dius pu suara.
Dius jengkel tidak sabar: "Woe baba, beli pakuuuu".
Baba masih cuek karena memang pembeli banyak, akhirnya Dius tunggu sambil jengkel.
Ter lama te, baba su selesai deng pembeli lain, dia lihat Dius yang lagi tunggu dia.
Baba tanya: "Mo'at pakunya bungkus ko?"
Dius yang su jengkel jawab: Tida, makan di sini."
Baba langsung tau kalo Dius lagi doge alias ngambek hahaha. Su besar juga ngambek..Diusss Diussss, kata baba dalam hati. Kalo omong langsung baba takut kena tumbuk...hahaha.
RAZIA preman
SUATU waktu polisi mengadakan razia preman di Pasar Baru Maumere. Para anak nakal yang suka mabuk-mabukan dan suka ganggu para pembeli akan di ciduk. Polisi pun menangkap beberapa preman tersebut. Tapi sialnya Dacus juga diciduk polisi karena punya tato di kedua lengannya yang menurut polisi sangat mengggangu. Padahal Dacus tergolong preman baik di pasar baru.
Para preman pun dibawa ke kantor polisi. Sampe di kantor, polisi menanyai mereka satu per satu bahkan ada beberapa yang ditindak jika tidak mau bekerja sama alias melawan dalam pemeriksaan.
Pas sampe giliran Dacus, polisi langsung memukul Dacus, abisnya dia pu tato di kedua lengan sangat seram. Tato di tangan kanan tulisnya "Jagal", tato di tangan kiri "Pasar."
Jadi bacanya 'jagal pasar', seram sekali Cus...
Setelah selesai dipermak, polisi menyuruh Dacus buka baju. Pas buka polisi kaget setengah mati dan langsung minta maaf di Dacus. Ternyata yang membuat polisi kaget, di tangan kanan dari pergelangan sampe lengan Dacus sebenarnya tatonya tertulis," jagalah kebersihan."
Pas di pergelangan tangan kanan sambungannya "pasar" dibaca "jagalah kebersihan pasar."
Ternyata Dacus anak baik ...hihihihihi..makanya Cus, pake tato tuh yang jelas....hahaha..*
Jendela PECAH
DI SEBUAH sudut Kota Maumere ada seorang anak kecil yang nakal yang bernama Kosi sedang bermain bola sendirian. Asiknya lagi bermain, tiba-tiba te tida sengaja dia tendang bola keras golo dan bikin pecah kaca rumah tanta Marta. Kosi pun langsung kotir ketika tanta Marta keluar dan teriak dia. Kosi pun berpikir untuk kembali. Sapa tau bolanya dapat diambil lagi. Kosi pikir-pikir ganupae supaya newang buhe tanta Marta.
Beberapa saat, Kosi pun mengetuk rumah tanta Marta tadi dan bilang ke tanta Marta, "Sa pu bapa nanti datang dan bikin baik tanta pu jendela."
Tida beberapa lama datanglah seorang Mo'at dengan kotak perkakas dan bilang ke tanta Marta, "Permisi tanta. Saya mau bikin baik jendela tadi."
Tanta Marta pun mempersilahkan mo'at tersebut masuk untuk memperbaiki jendelanya. Pas mo'at itu bikin baik jendela, Kosi minta dia pu bola kembali. Tanta Marta pun kasih bola sambil berpesan agar lain kali hati-hati. Kosi itu pun pulang.
Setelah selesai bikin baik jendela, mo'at tadi langsung memberikan tagihan kepada tanta Marta. Tanta Marta pun kaget golo dan berkata, "Moat, au kan dia pu bapa?"
Moat juga kaget gete golo dan bilang, "Lho,kan au dia pu mama?" Dua-duanya pun sadar karena mereka baru saja ditipu Kosi...*
Saudara IPAR
SEPASANG suami istri, mo'at Lipus deng tanta Moni sedang pigi ke Bajawa mau lihat saudara yang tinggal di sana. Mereka melintasi jalanan desa. Pas lagi jalan karena cape mereka saling diam poi. Tapi sebenarnya mereka dua tukang debat dan tidak mau kalah golo.
Tiba-tiba mereka lewat dekat desa yang banyak orang lepas sapi, kambing, dan babi. Mo'at Lipus iseng-iseng te omong ke tanta Moni, "Kau pu saudara ya ...?" Jengkel dihina, tanta Moni jawab. "Yap, tapi saudara ipar." Moat Lipus langsung bile (diam) tujuh ribu bahasa golo.
(oss/inimaumere.blogspot.com)
Beli PAKU
SUATU hari Mo'at Dius pigi Toko Lio mo beli paku, abisnya dia pu jendela rumah agak rusak jadi dia mau perbaiki. Sampe di Toko Lio, Dius langsung teriak ke baba yang lagi sibuk deng para pembeli lain.
Dius: "Baba, beli paku setengah kilo."
Baba yang asik melayani para pembeli lain cuek saja deng Dius, tapi sebenarnya Baba dengar Dius pu suara.
Dius jengkel tidak sabar: "Woe baba, beli pakuuuu".
Baba masih cuek karena memang pembeli banyak, akhirnya Dius tunggu sambil jengkel.
Ter lama te, baba su selesai deng pembeli lain, dia lihat Dius yang lagi tunggu dia.
Baba tanya: "Mo'at pakunya bungkus ko?"
Dius yang su jengkel jawab: Tida, makan di sini."
Baba langsung tau kalo Dius lagi doge alias ngambek hahaha. Su besar juga ngambek..Diusss Diussss, kata baba dalam hati. Kalo omong langsung baba takut kena tumbuk...hahaha.
RAZIA preman
SUATU waktu polisi mengadakan razia preman di Pasar Baru Maumere. Para anak nakal yang suka mabuk-mabukan dan suka ganggu para pembeli akan di ciduk. Polisi pun menangkap beberapa preman tersebut. Tapi sialnya Dacus juga diciduk polisi karena punya tato di kedua lengannya yang menurut polisi sangat mengggangu. Padahal Dacus tergolong preman baik di pasar baru.
Para preman pun dibawa ke kantor polisi. Sampe di kantor, polisi menanyai mereka satu per satu bahkan ada beberapa yang ditindak jika tidak mau bekerja sama alias melawan dalam pemeriksaan.
Pas sampe giliran Dacus, polisi langsung memukul Dacus, abisnya dia pu tato di kedua lengan sangat seram. Tato di tangan kanan tulisnya "Jagal", tato di tangan kiri "Pasar."
Jadi bacanya 'jagal pasar', seram sekali Cus...
Setelah selesai dipermak, polisi menyuruh Dacus buka baju. Pas buka polisi kaget setengah mati dan langsung minta maaf di Dacus. Ternyata yang membuat polisi kaget, di tangan kanan dari pergelangan sampe lengan Dacus sebenarnya tatonya tertulis," jagalah kebersihan."
Pas di pergelangan tangan kanan sambungannya "pasar" dibaca "jagalah kebersihan pasar."
Ternyata Dacus anak baik ...hihihihihi..makanya Cus, pake tato tuh yang jelas....hahaha..*
Jendela PECAH
DI SEBUAH sudut Kota Maumere ada seorang anak kecil yang nakal yang bernama Kosi sedang bermain bola sendirian. Asiknya lagi bermain, tiba-tiba te tida sengaja dia tendang bola keras golo dan bikin pecah kaca rumah tanta Marta. Kosi pun langsung kotir ketika tanta Marta keluar dan teriak dia. Kosi pun berpikir untuk kembali. Sapa tau bolanya dapat diambil lagi. Kosi pikir-pikir ganupae supaya newang buhe tanta Marta.
Beberapa saat, Kosi pun mengetuk rumah tanta Marta tadi dan bilang ke tanta Marta, "Sa pu bapa nanti datang dan bikin baik tanta pu jendela."
Tida beberapa lama datanglah seorang Mo'at dengan kotak perkakas dan bilang ke tanta Marta, "Permisi tanta. Saya mau bikin baik jendela tadi."
Tanta Marta pun mempersilahkan mo'at tersebut masuk untuk memperbaiki jendelanya. Pas mo'at itu bikin baik jendela, Kosi minta dia pu bola kembali. Tanta Marta pun kasih bola sambil berpesan agar lain kali hati-hati. Kosi itu pun pulang.
Setelah selesai bikin baik jendela, mo'at tadi langsung memberikan tagihan kepada tanta Marta. Tanta Marta pun kaget golo dan berkata, "Moat, au kan dia pu bapa?"
Moat juga kaget gete golo dan bilang, "Lho,kan au dia pu mama?" Dua-duanya pun sadar karena mereka baru saja ditipu Kosi...*
Saudara IPAR
SEPASANG suami istri, mo'at Lipus deng tanta Moni sedang pigi ke Bajawa mau lihat saudara yang tinggal di sana. Mereka melintasi jalanan desa. Pas lagi jalan karena cape mereka saling diam poi. Tapi sebenarnya mereka dua tukang debat dan tidak mau kalah golo.
Tiba-tiba mereka lewat dekat desa yang banyak orang lepas sapi, kambing, dan babi. Mo'at Lipus iseng-iseng te omong ke tanta Moni, "Kau pu saudara ya ...?" Jengkel dihina, tanta Moni jawab. "Yap, tapi saudara ipar." Moat Lipus langsung bile (diam) tujuh ribu bahasa golo.
(oss/inimaumere.blogspot.com)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar