Spirit NTT, 14-20 April 2008
MAUMERE, SPIRIT--Wakil Bupati (Wabup) Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, Senin (7/4/2008), menerima perwakilan dari sebuah Yayasan Swiss untuk Pendidikan dan Pembinaan Cacat Mental di Indonesia. Para tamu asal Swiss itu diterima Ansar Rera untuk membicarakan dukungan Pemerintah Kabupaten Sikka dalam pembangunan Rumah Cacat Mental yang dikelola para suster CIJ melalui Yayasan Bina Daya Kantor Cabang Wairklau-Maumere.
Dalam pertemuan ini, Lembaga Kemanusiaan Lepra und Kinderhilfe Fur Indonesien (baca seperti yang tertulis) yang berkedudukan di Zurich, Swis, itu diwakili oleh Roland Oldani, didampingi antara lain Direktur Yayasan Bina Daya Cabang Mauemere, Sr. Lucia, CIJ. Oldani menyampaikan terima kasih atas dukungan dana yang diberikan oleh Pemda Sikka.
Dia mengatakan, Lembaga Bantuan Swis untuk Indonesia yang dipimpinnya memberi perhatian khusus kepada para penyandang cacat. Ini merupakan bukti cinta yang sepantasnya diberikan kepada mereka yang menjadi penyandang cacat.
Ke depan, kata Oldani, lembaga ini akan membangun sarana dan prasarana untuk dimanfaatkan secara terpisah baik untuk para penyandang cacat mental, cacat fisik maupun mereka yang mengalami gangguan jiwa dan orang gila. Ia berharap agar Pemkab Sikka selalu membantu dan memberikan dukungan demi keberhasilan program-program mereka.
Ansar Rera mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Sosial Sikka pada setiap tahun anggaran selalu mengalokasikan dana untuk pembangunan sarana dan prasarana bagi perawatan dan pembinaan para penderita cacat. Melalui Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2007 Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan dana bantuan dimaksud sebesar 100 juta rupiah.
Ansar Rera mengatakan, dana dimaksud akan diserahkan kepada Yayasan Bina Daya sebagai dukungan Pemkab Sikka dalam pembangunan Panti Asuhan Wairklau Maumere.
Terkait bantuan dimaksud, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah, Petrus da Silva meminta pengelola Yayasan Bina Daya agar segera menyampaikan pengajuan tertulis kepada Wakil Bupati Sikka sehingga pencairan dana bantuan dimaksud bisa diproses lebih cepat dan sesuai tata pengelolaan keuangan daerah.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Asisten Tata Praja Setda Sikka, Drs. Leo Bachtiar da Lopez. Kepada SPIRIT NTT, da Lopez mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sikka memang belum memberi perhatian secara optimal kepada para cacat dan mereka yang mengalami gangguan mental.
Menurut da Lopez, warga kabupaten Sikka yang mengalami gangguan mental menampakkan citra tentang kabupaten ini, tentang sejauh mana upaya pemerintah dalam menangani berbagai persoalan mental, sosial dan ekonomi yang dialami warganya. (el)
MAUMERE, SPIRIT--Wakil Bupati (Wabup) Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, Senin (7/4/2008), menerima perwakilan dari sebuah Yayasan Swiss untuk Pendidikan dan Pembinaan Cacat Mental di Indonesia. Para tamu asal Swiss itu diterima Ansar Rera untuk membicarakan dukungan Pemerintah Kabupaten Sikka dalam pembangunan Rumah Cacat Mental yang dikelola para suster CIJ melalui Yayasan Bina Daya Kantor Cabang Wairklau-Maumere.
Dalam pertemuan ini, Lembaga Kemanusiaan Lepra und Kinderhilfe Fur Indonesien (baca seperti yang tertulis) yang berkedudukan di Zurich, Swis, itu diwakili oleh Roland Oldani, didampingi antara lain Direktur Yayasan Bina Daya Cabang Mauemere, Sr. Lucia, CIJ. Oldani menyampaikan terima kasih atas dukungan dana yang diberikan oleh Pemda Sikka.
Dia mengatakan, Lembaga Bantuan Swis untuk Indonesia yang dipimpinnya memberi perhatian khusus kepada para penyandang cacat. Ini merupakan bukti cinta yang sepantasnya diberikan kepada mereka yang menjadi penyandang cacat.
Ke depan, kata Oldani, lembaga ini akan membangun sarana dan prasarana untuk dimanfaatkan secara terpisah baik untuk para penyandang cacat mental, cacat fisik maupun mereka yang mengalami gangguan jiwa dan orang gila. Ia berharap agar Pemkab Sikka selalu membantu dan memberikan dukungan demi keberhasilan program-program mereka.
Ansar Rera mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Sosial Sikka pada setiap tahun anggaran selalu mengalokasikan dana untuk pembangunan sarana dan prasarana bagi perawatan dan pembinaan para penderita cacat. Melalui Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2007 Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan dana bantuan dimaksud sebesar 100 juta rupiah.
Ansar Rera mengatakan, dana dimaksud akan diserahkan kepada Yayasan Bina Daya sebagai dukungan Pemkab Sikka dalam pembangunan Panti Asuhan Wairklau Maumere.
Terkait bantuan dimaksud, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah, Petrus da Silva meminta pengelola Yayasan Bina Daya agar segera menyampaikan pengajuan tertulis kepada Wakil Bupati Sikka sehingga pencairan dana bantuan dimaksud bisa diproses lebih cepat dan sesuai tata pengelolaan keuangan daerah.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Asisten Tata Praja Setda Sikka, Drs. Leo Bachtiar da Lopez. Kepada SPIRIT NTT, da Lopez mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sikka memang belum memberi perhatian secara optimal kepada para cacat dan mereka yang mengalami gangguan mental.
Menurut da Lopez, warga kabupaten Sikka yang mengalami gangguan mental menampakkan citra tentang kabupaten ini, tentang sejauh mana upaya pemerintah dalam menangani berbagai persoalan mental, sosial dan ekonomi yang dialami warganya. (el)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar