Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Pemkab Kupang kerja sama WPF atasi gizi buruk

Laporan Marsel Ali, Spirit NTT, 14-20 April 2008

KUPANG, SPIRIT--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang menjalin kerja sama dengan WFP melalui Yayasan Alfa dan Omega untuk menangani kasus gizi buruk di daerah itu. Bantuan yang diberikan berupa makanan tambahan seperti biskuit untuk anak-anak dan supermie untuk ibu hamil. Untuk menangani kasus gizi buruk yang menimpa balita di wilayah itu, pemerintah setempat membutuhkan dana sekitar Rp 5 miliar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Ari Wijana, mengatakan hal ini kepada SPIRIT NTT di Kantor Bupati Kupang, Kamis (10/4/2008). Hingga Maret 2008, kata Wijana, balita yang menderita kurang gizi sebanyak 2.859 orang dan gizi buruk 691 orang. Sedangkan dua orang lagi diketahui menderita marasmus atau kelainan klinis sehingga butuh perawatan intensif.
Khusus untuk penderita marasmus, dua orang balita, yakni seorang dari Binilaka, Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu dan seorang lagi dari Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur. "Kedua balita tersebut sudah dalam penanganan dan telah sembuh," ujar Wijana.
Menurut dia, kalau melihat kondisi saat ini, pemkab telah menyiapkan dana Rp 77 juta untuk penanganan kurang gizi. Jumlah dana tersebut belum memadai sehingga sangat diharapkan balita yang menderita gizi kurang jangan sampai menjadi gizi buruk.
Salah satu cara untuk menangani balita gizi buruk atau gizi kurang adalah pemberian makanan tambahan. Bagi balita yang gizi kurang minimal mendapat bantuan selama kurang lebih 90 hari lamanya dengan perhitungan setiap hari mengeluarkan dana Rp 12.000,00. Sedangkan balita yang mengalami gizi buruk minimal mendapat bantuan makanan tambahan selama kurang lebih 30 hari dengan asumsi harga Rp 12.000,00 per hari. "Bisa dijumlahkan berapa dana yang dibutuhkan untuk menangani gizi buruk dan gizi kurang itu," ujarnya. *


Tidak ada komentar: