Laporan Muhlis al Alawi, Spirit NTT, 21-27 April 2008
SOE, SPIRIT---Dinas Prasarana Jalan dan Pengembangan Pengairan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) telah menunjuk rekanan untuk menurunkan alat berat guna mengatasi ruas jalan putus di Nakfunu. Sebab, ruas jalan yang menghubungkan Niki-Niki-Kolbano rawan longsor di wilayah Nakfunu.
"Saat jalan di Nakfunu putus awal Februari lalu Dinas PJPP TTS sudah menurunkan alat berat untuk menormalisasi jalan yang putus sepanjang 200 meter. Namun, ruas jalan tersebut putus lagi saat hujan turun hingga awal April," kata Kepala Dinas (Kadis) PJPP TTS, Ir. Ared Bilik di SoE, Sabtu (12/4/2008) siang.
Ared mengatakan, struktur tanah yang labil dan guyuran hujan deras beberapa waktu lalu mengakibatkan jalan itu menjadi langganan putus. Dinas PJPP TTS sudah menunjuk rekanan untuk membuat jalan baru di sisi ruas jalan yang putus.
"Alat berat milik rekanan sudah diturunkan ke lokasi untuk membuat jalan baru yang lokasinya persis dipinggir ruas jalan yang putus. Pembuatan jalan baru di samping ruas jalan putus lantaran jalan diapit dua jurang. Dengan demikian, tidak mungkin dialihkan ke jalur lain," katanya.
Ared menjelaskan, perbaikan jalan putus dilakukan secara geometri. Rencananya di samping kanan dan kiri jalan akan dibuat saluran air permanen untuk penyaluran air hujan.
Tentang alokasi dana, Ared menyebutkan, alokasi dana Rp 200 juta. Dana itu diambil dari dana tak tersangka Pemkab TTS. Tidak hanya di Nakfunu, kata Ared, penanganan pekerjaan darurat pasca bencana alam juga dilakukan di empat wilayah, yakni perbaikan jalan putus di Panite, saluran irigasi di Hausunaf, normalisasi kali di wilayah Tuasene, dan penyambungan jalan putus di Kolotap. Untuk penanganan pekerjaan ini Pemkab TTS mengalokasikan dana Rp 2,6 miliar dari dana tak terduga. *
SOE, SPIRIT---Dinas Prasarana Jalan dan Pengembangan Pengairan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) telah menunjuk rekanan untuk menurunkan alat berat guna mengatasi ruas jalan putus di Nakfunu. Sebab, ruas jalan yang menghubungkan Niki-Niki-Kolbano rawan longsor di wilayah Nakfunu.
"Saat jalan di Nakfunu putus awal Februari lalu Dinas PJPP TTS sudah menurunkan alat berat untuk menormalisasi jalan yang putus sepanjang 200 meter. Namun, ruas jalan tersebut putus lagi saat hujan turun hingga awal April," kata Kepala Dinas (Kadis) PJPP TTS, Ir. Ared Bilik di SoE, Sabtu (12/4/2008) siang.
Ared mengatakan, struktur tanah yang labil dan guyuran hujan deras beberapa waktu lalu mengakibatkan jalan itu menjadi langganan putus. Dinas PJPP TTS sudah menunjuk rekanan untuk membuat jalan baru di sisi ruas jalan yang putus.
"Alat berat milik rekanan sudah diturunkan ke lokasi untuk membuat jalan baru yang lokasinya persis dipinggir ruas jalan yang putus. Pembuatan jalan baru di samping ruas jalan putus lantaran jalan diapit dua jurang. Dengan demikian, tidak mungkin dialihkan ke jalur lain," katanya.
Ared menjelaskan, perbaikan jalan putus dilakukan secara geometri. Rencananya di samping kanan dan kiri jalan akan dibuat saluran air permanen untuk penyaluran air hujan.
Tentang alokasi dana, Ared menyebutkan, alokasi dana Rp 200 juta. Dana itu diambil dari dana tak tersangka Pemkab TTS. Tidak hanya di Nakfunu, kata Ared, penanganan pekerjaan darurat pasca bencana alam juga dilakukan di empat wilayah, yakni perbaikan jalan putus di Panite, saluran irigasi di Hausunaf, normalisasi kali di wilayah Tuasene, dan penyambungan jalan putus di Kolotap. Untuk penanganan pekerjaan ini Pemkab TTS mengalokasikan dana Rp 2,6 miliar dari dana tak terduga. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar