Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Aspirasi arus bawah diprioritaskan

Spirit NTT, 21-27 April 2008

ATAMBUA, SPIRIT NTT--Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbangda) Kabupaten Belu sebagai bagian dari upaya mengakomodasi segala bentuk aspirasi pembangunan yang diutarakan oleh masyarakat Kabupaten Belu.
Karena itu, aspirasi arus bawah diprioritaskan dalam pelaksanaan program dan kebijakan pembangunan di Kabupaten Belu. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Belu, drg. Gregorius Mau Bili, F.DDPH, ketika memberi arahan pada pembukaan musrenbangda Kabupaten Belu tahun 2008 di Aula Betelalenok, Atambua, Jumat (4/4/2008).
Kegiatan bermartabat ini, lanjut Mau Billi, dimaksudkan untuk mendapat masukan- masukan dari semua stakeholder sekaligus untuk mengakomodir semua aspirasi dari bawah yang menjadi kebutuhan masyrakat pada umumnya.

"Kita harus respons, sensitif, serta memberi umpan balik terhadap apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat bawah," tandas Mau Billi.
Dikatakannya, pada musrenbangda tahun ini telah melibatkan semua SKPD di seluruh kabupaten sesuai dengan kontrak kerja. Dengan demikian, katanya, apa yang sudah disepakati menjadi motivasi kerja bagi semua SKPD untuk menyukseskan program pembangunan di Kabupaten Belu.
Ketua Panitia yang juga Ketua Bappeda Belu, Jonisius R Mali, S.H, M,Hum, dalam laporannya menyebut maksud dari kegiatan musrenbangda untuk memandu atau mensinkronkan rencana program kerja kegiatan yang merupakan aspirasi dari bawah melalui mekanisme musrenbangda dari dusun/desa ke kecamatan dengan rencana kerja dari satuan kerja perangkat daerah tingkat kabupaten, baik yang dibiayai APBD Belu maupun APBD propinsi dan APBN serta sumber lainnya.
Tujuan musrenbangda, katanya, untuk mendapatkan masukan yang signifikan dari berbagai stakeholder bagi penyempurnaan rancangan awal SKPD.
"Kegiatan ini untuk menyamakan persepsi karena dalam RKPD yang memuat prioritas pembangunan daerah, pagu indikatif pendanaan berdasarkan fungsi SKPD. Selain itu, mensinkronkan rancangan alokasi dana untuk pembiayaan yang pendanaannya bersumber dari APBD propinsi, APBN/BLM dan sumber lainnya. Juga menyepakati usulan program kegiatan aspirasi dari bawah yang dihimpun melalui mekanisme musrenbang dusun, desa dan kecamatan untuk dijabarkan lebih lanjut dalam rencana kerja SKPD yang menjadi program kegiatan yang akan dituangkan dalam RKPD Kabupaten Belu tahun 2009," kata Jonisius.
Dijelaskannya, pelaksanaan kegiatan musrenbangda Kabupaten Belu terdiri dari beberapa tahapan, antara lain penyampaian informasi, aksi program kegiatan oleh Kepala Bappeda, pemaparan oleh wakil bupati tentang evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2007 dan penyebaran belanja modal tahun 2008, pemaparan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Atambua tentang tindak pidana korupsi dan pemaparan oleh Sekretaris Daerah tentang alokasi anggaran tahun 2009.
Acara ini dihadiri oleh unsur propinsi dan kabupaten terdiri dari pimpinan DPRD dan anggota, muspida plus Kabupaten Belu, para kepala dinas, badan, kantor, ketua TP PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM dan unsur pers dengan jumlah peserta 120 orang. (humas setda belu)

Tidak ada komentar: