Spirit NTT, 21-27 April 2008
ATAMBUA, SPIRIT--Sekretaris Kabupaten (Sekab) Belu, Drs. JT Ose Luan, melepas 41 mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Belu yang akan melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Kantor Bupati Belu, Senin (14/4/2008). Ke-41 mahasiswa itu KKN di Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat, bersama sembilan orang dokter pegawai tidak tetap (PTT) pusat.
Dalam arahannya, Sekab Ose Luan, mengatakan, pembangunan kesehatan masyarakat merupakan bagian integral dari pembangunan kesehatan nasional. Tujuannya, agar mencapai derajat kesehatan masyarat yang setinggi-tingginya. Untuk itu, sebagai akademisi, kata Ose Luan, mahasiswa perlu mengoptimalkan ilmu dan teori dalam praktek kemasyarakatan.
"Dampak KKN bagi kemasyarakatan adalah melihat dan mengubah perilaku masyarakat akan pentingnya hidup sehat selain untuk keberlangsungan hidup," ujar Ose Luan.
Ose Luan menggambarkan secara keseluruhan mengenai topografi dan kehidupan sosial kemasyarakatan dan masyarakat Kabupaten Belu dan Desa Lasaen secara khusus sebagai tempat KKN.
Ose Luan mengharapkan agar keseluruhan proses pembelajaran yang didapatkan di bangku kuliah serta praktek-praktek kesehatan, diaplikasikan di masyarakat untuk melihat, mengubah perilaku dan nilai-nilai kesehatan masyarakat di Desa Lasaen.
"KKN adalah proses pendidikan dan untuk menentukan keberhasilan mekanisme itu harus dilewati. Kalian sudah praktek ke Kupang sampai ke Surabaya dan sudah selesai, berarti sudah saatnya kalian kembali ke masyarakat melalui KKN ini," katanya.
Kepada sembilan dokter PTT pusat, Ose Luan meminta agar dalam memberikan pelayanan kesehatan, para dokter mengedepankan aspek hati nurani karena masyarakat Kabupaten Belu juga bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kesembilan dokter PTT itu adalah dr. Santy Karmila Dewi, ditempatkan di Puskesmas Weluli; dr. Melda Fio Flora di RS Marianum Halilulik; dr. Hersa Donantua Daneswara di Puskesmas Weoe; dr. Maria Chisma Pramana di Puskesmas Kaputu; drg. Diana Rahmawati di Puskesmas Besikama; drg. Evie Triyanti di Puskesmas Nurobo; drg. Imeda Lando di Puskesmas Haliwen, drg, Fernanto Y Irawan Purba di Puskesmas Kota; dan drg. Juliana Kanntara di Puskesmas Kaputu.
Hadir pada acara pelepasan itu Kadis Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Lau Fabianus; Direktur Akper Belu, Djulianus Tes Mau, M.Kes; Kabag Humas Setda Belu, Ferdynandus Rame, S.Ip, M.Si; dan undangan lainnya. (humas kabupaten belu)
ATAMBUA, SPIRIT--Sekretaris Kabupaten (Sekab) Belu, Drs. JT Ose Luan, melepas 41 mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Belu yang akan melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Kantor Bupati Belu, Senin (14/4/2008). Ke-41 mahasiswa itu KKN di Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat, bersama sembilan orang dokter pegawai tidak tetap (PTT) pusat.
Dalam arahannya, Sekab Ose Luan, mengatakan, pembangunan kesehatan masyarakat merupakan bagian integral dari pembangunan kesehatan nasional. Tujuannya, agar mencapai derajat kesehatan masyarat yang setinggi-tingginya. Untuk itu, sebagai akademisi, kata Ose Luan, mahasiswa perlu mengoptimalkan ilmu dan teori dalam praktek kemasyarakatan.
"Dampak KKN bagi kemasyarakatan adalah melihat dan mengubah perilaku masyarakat akan pentingnya hidup sehat selain untuk keberlangsungan hidup," ujar Ose Luan.
Ose Luan menggambarkan secara keseluruhan mengenai topografi dan kehidupan sosial kemasyarakatan dan masyarakat Kabupaten Belu dan Desa Lasaen secara khusus sebagai tempat KKN.
Ose Luan mengharapkan agar keseluruhan proses pembelajaran yang didapatkan di bangku kuliah serta praktek-praktek kesehatan, diaplikasikan di masyarakat untuk melihat, mengubah perilaku dan nilai-nilai kesehatan masyarakat di Desa Lasaen.
"KKN adalah proses pendidikan dan untuk menentukan keberhasilan mekanisme itu harus dilewati. Kalian sudah praktek ke Kupang sampai ke Surabaya dan sudah selesai, berarti sudah saatnya kalian kembali ke masyarakat melalui KKN ini," katanya.
Kepada sembilan dokter PTT pusat, Ose Luan meminta agar dalam memberikan pelayanan kesehatan, para dokter mengedepankan aspek hati nurani karena masyarakat Kabupaten Belu juga bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kesembilan dokter PTT itu adalah dr. Santy Karmila Dewi, ditempatkan di Puskesmas Weluli; dr. Melda Fio Flora di RS Marianum Halilulik; dr. Hersa Donantua Daneswara di Puskesmas Weoe; dr. Maria Chisma Pramana di Puskesmas Kaputu; drg. Diana Rahmawati di Puskesmas Besikama; drg. Evie Triyanti di Puskesmas Nurobo; drg. Imeda Lando di Puskesmas Haliwen, drg, Fernanto Y Irawan Purba di Puskesmas Kota; dan drg. Juliana Kanntara di Puskesmas Kaputu.
Hadir pada acara pelepasan itu Kadis Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Lau Fabianus; Direktur Akper Belu, Djulianus Tes Mau, M.Kes; Kabag Humas Setda Belu, Ferdynandus Rame, S.Ip, M.Si; dan undangan lainnya. (humas kabupaten belu)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar