Laporan Yos Sudarso Sogen, Spirit NTT, 7-13 April 2008
KUPANG, SPIRIT--Sebanyak 188 balita yang terdaftar di Posyandu Bougenvile dan Posyandu Ina Boi di Oesapa, Jumat (4/4/2008), mendapat pembagian bubur susu dari Tim Penggerak (TP) PKK Kota Kupang bekerja sama dengan PT Demka Sakti, PT Nestle Indonesia, dan Distributor Produk Nestle Indonesia di Kupang dan Toko NAM.
Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Kota Kupang, Welmintje Benyamin-Adoe, mengatakan Pos pelayanan terpadu (Posyandu) perlu diberdayakan kembali untuk membantu meningkatkan kesehatan keluarga. Namun pemberdayaan Posyandu ini tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi semua elemen masyarakat.
Menurut Welmintje, Posyandu memiliki fungsi strategis dalam upaya meningkatkan mutu hidup keluarga terutama di bidang kesehatan anak. Melalui Posyandu, orangtua bisa mengikuti perkembangan berat dan tinggi badan anak, mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis tentang bagaimana mengasuh anak dan tips-tips lainnya yang berguna bagi ibu dan anak.
"Posyandu yang sudah ada ini harus kita gunakan sehingga kita bisa pantau perkembangan kesehatan anak-anak kita. Saya juga ajak semua masyarakat untuk memberdayakan Posyandu melalui berbagai cara yang dapat kita sumbangkan," ungkap istri Walikota Kupang ini.
Ia mencontohkan, salah satu upaya pemberdayaan Posyandu adalah keterlibatan PT Demka Sakti, PT Nestle dan Toko NAM dalam membagikan bubur susu kepada balita. Bantuan ini, demikian Welmintje, merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kesehatan anak-anak. Ia mengajak, elemen lain dalam masyarakat untuk mencontohi apa yang sudah dilakukan oleh ketiga lembaga ini.
Atasi gizi buruk
Project Manager PT Demka Sakti, dr. Astrina Yulda menjelaskan, pihaknya merasa terpanggil untuk mengatasi persoalan gizi buruk yang terus melanda NTT dan Kota Kupang. Kerja sama ini, katanya, tidak mungkin terlaksana kalau TP PKK tidak berinisiatif membangun jaringan dengan lembaganya.
Kepada SPIRIT NTT di sela-sela acara penyerahan bubur susu ini, dr. Astrina Yulda atau yang disapa dokter Ririn ini mengatakan, setiap balita akan mendapat 15 saset bubur susu. Ia mengharapkan, bantuan ini hanyalah rangsangan bagi orangtua untuk terus memberi anak-anaknya makanan tambahan yang sehat. *
KUPANG, SPIRIT--Sebanyak 188 balita yang terdaftar di Posyandu Bougenvile dan Posyandu Ina Boi di Oesapa, Jumat (4/4/2008), mendapat pembagian bubur susu dari Tim Penggerak (TP) PKK Kota Kupang bekerja sama dengan PT Demka Sakti, PT Nestle Indonesia, dan Distributor Produk Nestle Indonesia di Kupang dan Toko NAM.
Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Kota Kupang, Welmintje Benyamin-Adoe, mengatakan Pos pelayanan terpadu (Posyandu) perlu diberdayakan kembali untuk membantu meningkatkan kesehatan keluarga. Namun pemberdayaan Posyandu ini tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi semua elemen masyarakat.
Menurut Welmintje, Posyandu memiliki fungsi strategis dalam upaya meningkatkan mutu hidup keluarga terutama di bidang kesehatan anak. Melalui Posyandu, orangtua bisa mengikuti perkembangan berat dan tinggi badan anak, mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis tentang bagaimana mengasuh anak dan tips-tips lainnya yang berguna bagi ibu dan anak.
"Posyandu yang sudah ada ini harus kita gunakan sehingga kita bisa pantau perkembangan kesehatan anak-anak kita. Saya juga ajak semua masyarakat untuk memberdayakan Posyandu melalui berbagai cara yang dapat kita sumbangkan," ungkap istri Walikota Kupang ini.
Ia mencontohkan, salah satu upaya pemberdayaan Posyandu adalah keterlibatan PT Demka Sakti, PT Nestle dan Toko NAM dalam membagikan bubur susu kepada balita. Bantuan ini, demikian Welmintje, merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kesehatan anak-anak. Ia mengajak, elemen lain dalam masyarakat untuk mencontohi apa yang sudah dilakukan oleh ketiga lembaga ini.
Atasi gizi buruk
Project Manager PT Demka Sakti, dr. Astrina Yulda menjelaskan, pihaknya merasa terpanggil untuk mengatasi persoalan gizi buruk yang terus melanda NTT dan Kota Kupang. Kerja sama ini, katanya, tidak mungkin terlaksana kalau TP PKK tidak berinisiatif membangun jaringan dengan lembaganya.
Kepada SPIRIT NTT di sela-sela acara penyerahan bubur susu ini, dr. Astrina Yulda atau yang disapa dokter Ririn ini mengatakan, setiap balita akan mendapat 15 saset bubur susu. Ia mengharapkan, bantuan ini hanyalah rangsangan bagi orangtua untuk terus memberi anak-anaknya makanan tambahan yang sehat. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar