Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

13 Tahun berteman dengan sampah

Spirit NTT, 14-20 April 2008


HARI Sabtu, 22 Maret 2008, pukul 04:45 wita. Cuaca pagi hari di Kota Maumere cukup cerah setelah semalaman diguyur hujan lebat. Aktivitas di beberapa ruas jalan seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Gajah Mada, Jalan Raja Centis, dan Jalan Soekarno-Hatta masih sangat sepi. Hanya terlihat beberapa kendaraan roda empat dan roda dua yang lalu lalang di sepanjang Jalan Ahmad Yani.
Terlihat pula aktivitas warga seperti lari pagi, jalan santai di sisi kiri dan kanan jalan, tampak pula beberapa remaja putra duduk dan bercerita. Saat ditemui SPIRIT NTT pukul 05:05 wita di ruas Jalan Ahmad Yani, depan Kantor Polres Sikka, dan menyapa; "Selamat Pagi Moat!" "Pagi," jawabnya.

Dia adalah Tobias Jae (67 tahun), kakek asal Desa Halat, Kecamatan Maumere, yang bertempat tinggal di Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok. Tobias adalah salah satu petugas kebersihan dan pertamanan Kota Maumere, Kabupaten Sikka, yang menjadi Tenaga Kontrak pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Sikka dalam waktu yang cukup lama.
"Beginilah pekerjaan kami Pa," ujar Tobias
sambil memegang erat sapu lidi di tangan kanannya dan skop berisi sampah di tangan kirinya.
Mengenakan kostum leher bundar berwarna kuning yang bertuliskan Dinas Kebersihan dan Pertanaman Kota, celana jeans pendek, memakai topi hitam dan bersendal jepit, Tobias mulai bercerita tentang pekerjaan yang sudah digelutinya selama 13 tahun itu.
Setiap hari, kecuali hari Minggu dan hari libur, pada pagi hari jam 04.45 sampai 09.00 wita dan sore hari jam 15.00 sampai 18.00 wita dengan kelengkapan kerja seperti sapu lidi, skop dan gerobak sampah menjadi teman setia yang selalu mendampinginya selama nmenjalankan tugasnya sepanjang Jalan Ahmad Yani dari Perempatan jalan Soekarno Hatta sampai perempatan jalan depan Gelora Samador Maumere yang merupakan ruas jalan yang menjadi tanggung jawabnya.
Sampah-sampah dari daun angsono, beringin, kantong plastik, gelas aqua, kaleng bekas, pembungkus makanan ringan, permen dan lain-lain yang berhamburan dan berserakan di sepanjang jalan dan trotoar lenyap dikala sinar mentari pagi menyapa bumi.
Suami dari Agustina Parera ini menuturkan harapannya sebagai wakil dari 66 tenaga kontrak yang bekerja sebagai petugas kebersihan dan pertamanan kota kepada warga masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat tetapi sampah-sampah tersebut dibuang di tempat sampah yang sudah disediakan. (lorens nale)



Tidak ada komentar: