Laporan Adiana Ahmad, Spirit NTT, 17-23 Maret 2008
WAINGAPU, SPIRIT-- Pemerintah Jerman dan Sumba Timur akan menjalin kerja sama dalam program local governance, kata Wakil Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora di Waingapu, Selasa (12/3/2008).
Jalinan kerja sama ini menyusul kunjungan Duta Besar (Dubes) Jerman untuk Indonesia, Baron Paul Von Maltzhan, ke Sumba Timur (Sumtim), Senin (11/3/2008). Paul berada di Sumtim selama dua hari untuk meninjau proyek dan program bantuan Pemerintah Jerman di daerah itu, antara lain GTZ, Pro Air, Siskes, PNT, Promis dan Proda.
Kunjungan Dubes Jerman itu, selain mengevaluasi
program-program yang sudah berjalan, juga melihat langsung kebutuhan-kebutuhan masyarakat Sumtim yang bisa dibantu melalui kerja sama Pemerintah Jerman dan Indonesia.
Setelah tiba di Sumtim, Paul bersama rombongan langsung meninjau proyek Pro Air, salah satu program bantuan Pemerintah Jerman di bidang pengadaan air bersih di Desa Kuta, Kecamatan Kanatang. Pada hari kedua kunjungannya ke Sumba Timur, Selasa (12/3/2008), Paul bertemu pimpinan muspida dan seluruh jajaran di lingkup Pemkab Sumba Timur di ruang kerja Bupati Sumba Timur. Pertemuan dipimpin Wakil Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora.
Pada kesempatan itu, Gidion memaparkan model kerja sama yang telah dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dengan Pemerintah Jerman beserta berbagai kendala yang dihadapi. Salah satu kendala yakni kurangnya informasi data anggaran GTZ-Siskes di Sumba Timur sehingga pemerintah daerah kesulitan untuk memberi gambaran berapa porsi
anggaran yang disiapkan pemerintah daerah untuk
pendampingan program- program GTZ.
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT, dr. Stef Bria Seran yang ikut mendampingi Dubes Jerman dalam kunjungannya itu, mengatakan, bantuan yang diberikan Pemerintah Jerman dalam dua bentuk yakni bantuan manajemen dan keuangan dalam bentuk peralatan. Untuk bantuan peralatan medik, kata Stef, kesiapan SDM dalam mengoperasikan belum memadai. Karena itu, katanya, Pemerintah Jerman juga memberikan bantuan kepintaran salah satunya manajemen.
Paul saat berkunjung ke RSUD Umbu Rara Meha dan Puskesmas Kota Waingapu memuji ketelatenan para tenaga medis dalam menangani pasien, terutama pasien Ispa. *
Jalinan kerja sama ini menyusul kunjungan Duta Besar (Dubes) Jerman untuk Indonesia, Baron Paul Von Maltzhan, ke Sumba Timur (Sumtim), Senin (11/3/2008). Paul berada di Sumtim selama dua hari untuk meninjau proyek dan program bantuan Pemerintah Jerman di daerah itu, antara lain GTZ, Pro Air, Siskes, PNT, Promis dan Proda.
Kunjungan Dubes Jerman itu, selain mengevaluasi
program-program yang sudah berjalan, juga melihat langsung kebutuhan-kebutuhan masyarakat Sumtim yang bisa dibantu melalui kerja sama Pemerintah Jerman dan Indonesia.
Setelah tiba di Sumtim, Paul bersama rombongan langsung meninjau proyek Pro Air, salah satu program bantuan Pemerintah Jerman di bidang pengadaan air bersih di Desa Kuta, Kecamatan Kanatang. Pada hari kedua kunjungannya ke Sumba Timur, Selasa (12/3/2008), Paul bertemu pimpinan muspida dan seluruh jajaran di lingkup Pemkab Sumba Timur di ruang kerja Bupati Sumba Timur. Pertemuan dipimpin Wakil Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora.
Pada kesempatan itu, Gidion memaparkan model kerja sama yang telah dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dengan Pemerintah Jerman beserta berbagai kendala yang dihadapi. Salah satu kendala yakni kurangnya informasi data anggaran GTZ-Siskes di Sumba Timur sehingga pemerintah daerah kesulitan untuk memberi gambaran berapa porsi
anggaran yang disiapkan pemerintah daerah untuk
pendampingan program- program GTZ.
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT, dr. Stef Bria Seran yang ikut mendampingi Dubes Jerman dalam kunjungannya itu, mengatakan, bantuan yang diberikan Pemerintah Jerman dalam dua bentuk yakni bantuan manajemen dan keuangan dalam bentuk peralatan. Untuk bantuan peralatan medik, kata Stef, kesiapan SDM dalam mengoperasikan belum memadai. Karena itu, katanya, Pemerintah Jerman juga memberikan bantuan kepintaran salah satunya manajemen.
Paul saat berkunjung ke RSUD Umbu Rara Meha dan Puskesmas Kota Waingapu memuji ketelatenan para tenaga medis dalam menangani pasien, terutama pasien Ispa. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar