Spirit NTT, 24-30 Maret 2008
LABUAN BAJO, SPIRIT--Komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) untuk meningkatkan kualitas iman umat beragama sebagaimana tertuang dalam empat program Penjuru Mata Angin, baik fisik maupun non fisik, selalu mendapat tempat yang senantiasa diperhatikan. Di mana salah satunya menghadiri peletakan batu pertama pembangunan rumah pastoran Pra Paroki Noa, Desa Ndoal, Kecamatan Sano Nggoang.
Menurut Bupati Manggarai Barat, Drs. Wilfridus Fidelis Pranda, yang dilakukan pihaknya merupakan manifestasi program strategis Empat Penjuru Mata Angin untuk meningkatkan kualitas iman umat beragama yang secara rinci tertuang dalam empat program strategis Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. "Karena bagaimnana pun pemerintah memiliki tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan kualitas iman beragama masyarakat," jelas Bupati Pranda di hadapan umat Pra Paroki Noa, Desa Ndoal, Kecamatan Sano Nggoang, Kamis (13/3/2008).
Dikatakannya, pengembangan sarana dan prasarana khususnya iman umat, selain menjadi perhatian pemerintah, juga yang paling penting adalah partisipasi dari setiap umat beragama. "Bahwa partisipasi dari umat itu sendiri dalam pembangunan sangatlah diharapkan. Jangan sampai ada kesan bahwa umat di sini (Pra Paroki Noa, Red) tidak berperan aktif," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pranda menyampaikan apresiasi kepada umat setempat atas kerukunan yang telah dibangun selama ini. Bahwa kerukunan yang telah terjalin selama ini antara umat yang beragama Katolik dan Muslim patut dhargai serta dicontohi semua pihak. Apalagi pembangunan rumah pastoran juga melibatkan umat muslim. "Ini suatu bentuk kerukunan dan toleransi yang patut dicontohi dengan menunjukkan semangat gotong royong dan kerja sama," tandasnya.
Untuk diketahui, prosesi pelatakan batu pertama pembangunan rumah pastoran tersebut didahului perayaan misa di Kapela Noa, dipimpin Pastor Paroki Rekas, Pater Gabriel Mithe, SVD. Perayaan misa itu sendiri berlangsung dalam suasana yang hikmat.
Dalam kotbahnya, Pater Gabriel Mithe sempat menginformasikan kalau pembangunan rumah pastoran tersebut, selain mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, juga mendapat bantuan dari luar yakni donatur dari London, Amerika Serikat, Roma, Singapura dan Jakarta.
Pembangunan tersebut, jelas Pater Gabriel, adalah titik awal pembangunan Paroki Noa ke depan. Rumah pastoran yang dibangun tersebut berukuran 12 x 20 meter. (yohanes fortunatus/infokom mabar)
Menurut Bupati Manggarai Barat, Drs. Wilfridus Fidelis Pranda, yang dilakukan pihaknya merupakan manifestasi program strategis Empat Penjuru Mata Angin untuk meningkatkan kualitas iman umat beragama yang secara rinci tertuang dalam empat program strategis Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. "Karena bagaimnana pun pemerintah memiliki tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan kualitas iman beragama masyarakat," jelas Bupati Pranda di hadapan umat Pra Paroki Noa, Desa Ndoal, Kecamatan Sano Nggoang, Kamis (13/3/2008).
Dikatakannya, pengembangan sarana dan prasarana khususnya iman umat, selain menjadi perhatian pemerintah, juga yang paling penting adalah partisipasi dari setiap umat beragama. "Bahwa partisipasi dari umat itu sendiri dalam pembangunan sangatlah diharapkan. Jangan sampai ada kesan bahwa umat di sini (Pra Paroki Noa, Red) tidak berperan aktif," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pranda menyampaikan apresiasi kepada umat setempat atas kerukunan yang telah dibangun selama ini. Bahwa kerukunan yang telah terjalin selama ini antara umat yang beragama Katolik dan Muslim patut dhargai serta dicontohi semua pihak. Apalagi pembangunan rumah pastoran juga melibatkan umat muslim. "Ini suatu bentuk kerukunan dan toleransi yang patut dicontohi dengan menunjukkan semangat gotong royong dan kerja sama," tandasnya.
Untuk diketahui, prosesi pelatakan batu pertama pembangunan rumah pastoran tersebut didahului perayaan misa di Kapela Noa, dipimpin Pastor Paroki Rekas, Pater Gabriel Mithe, SVD. Perayaan misa itu sendiri berlangsung dalam suasana yang hikmat.
Dalam kotbahnya, Pater Gabriel Mithe sempat menginformasikan kalau pembangunan rumah pastoran tersebut, selain mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, juga mendapat bantuan dari luar yakni donatur dari London, Amerika Serikat, Roma, Singapura dan Jakarta.
Pembangunan tersebut, jelas Pater Gabriel, adalah titik awal pembangunan Paroki Noa ke depan. Rumah pastoran yang dibangun tersebut berukuran 12 x 20 meter. (yohanes fortunatus/infokom mabar)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar