Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

30 Unit Rumah Dibangun di Wae Jare

Laporan Oby Lewanmeru, Spirit NTT, 24-30 Maret 2008

LABUAN BAJO, SPIRIT--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) segera membangun 30 unit rumah di Desa Wae Jare untuk 30 kepala keluarga (KK) korban tanah terbelah di Kampung Lara Mburak, Desa Golo Kempo, Kecamatan Sano Nggoang. Bencana tanah longsor dan terbelah terjadi pada tahun 2005 lalu.
Hai ini disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Mabar, Drs. Maxi Bagul, kepada SPIRIT NTT di Labuan Bajo, belum lama ini.
Menurut Bagul, tahun ini pemerintah akan memberikan bantuan kepada korban tanah terbelah berupa perumahan. "Pemerintah tahun ini menganggarkan biaya APBD 2008 untuk membuat rumah bagi korban bencana di Desa Golo Kempo. Mudah-mudahan bisa terealisir setelah penetapan APBD," kata Bagul.
Dia menjelaskan, 30 unit rumah yang siap dibangun akan berlokasi di Desa Wae Jare yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tempat relokasi warga yang terkena dampak tanah terbelah.
Tentang kapan bisa terealisasi rencana itu, Bagul mengakui, jika usulan dana pembangunan rumah untuk korban bencana sudah ditetapkan dalam APBD maka pembangunan rumah itu segera dilakukan.
Dikatakannya, bantuan pemerintah berupa rumah itu sangat membantu masyarakat yang terkena bencana longsor, bencana banjir atau angin, terutama yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan dan tidak bisa ditempati lagi.
"Yang terjadi di Lara Mburak tanah terbelah yang bisa memicu longsoran sehingga rumah warga di lokasi terancam roboh," katanya.
Menyinggung apakah warga korban tanah terbelah sudah siap untuk direlokasi, Bagul mengatakan, pemerintah tetap berharap agar para korban bisa menerima program pemerintah demi keamanan masyarakat itu sendiri. *

Tidak ada komentar: