Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Potensi panas bumi Oka belum dieksploitasi

Spirit NTT, 10-16 Maret 2008

KUPANG, SPIRIT--Potensi panas bumi di Oka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) hingga saat ini belum digarap, termasuk 16 titik potensi lainnya di NTT.
Hal ini diungkapkan Kasubdin Pengembangan Potensi Pertambangan, Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi NTT, Alex Djari, di Kupang, Kamis (6/3/2008).
Alex Djari menambahkan, potensi panas bumi yang bisa dikembangkan sebagai energi alternatif di NTT terdapat pada 18 titik, tersebar di enam kabupaten. Dari jumlah tersebut, baru dua titik yang sudah dieksploitasi yakni PLTP Mataloko di Kabupaten Ngada dan PLTP Ulumbu di Manggarai.
Masih ada 16 titik lokasi panas bumi yang belum digarap untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah ini, katanya.
Ke-18 titik lokasi panas bumi itu adalah Wai Sano, Wai Pesi dan Ulumbu di Kabupaten Manggarai, Gou, Mengerudu dan Mataloko di Kabupaten Ngada, Komandaru, Mutubusa, Moni, Jopu dan Losugulo di Kabupaten Ende, Atadei, Roma, dan Oyangbarang di Kabupaten Lembata dan Bukapiting, Sirung di Kabupaten Alor serta Oka di Flores Timur.
"Jadi ada 18 titik lokasi panas bumi di enam kabupaten di NTT, tetapi baru dua titik yang sudah dieksploitasi," katanya.
Selain potensi panas bumi, juga terdapat 24 titik potensi tenaga air yang bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik yakni sumber air Wolwal dan air terjun Kawang Wae di Kabupaten Alor, Sungai Lihao di Belu, Sungai Lowona, air Aiseka dan sungai Kali Putih di Kabupaten Belu.
Potensi tenaga air lainnya yakni saluran irigasi Za'a I dan II di Ngada, sungai Lowo Mego, sungai air Wolofeo dan Sir Wolofeo di Sikka, air terjun Oehala, sungai Bijeli dan mara air Oelninani di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sungai Wailega dan Wae Lelang di Manggarai dan sungai Malahan, sungai Laiputi I dan II dan irigasi Kambaniru di Sumba Timur, air terjun Matayangu, sungai Kalandikir, irigasi Waekelosawa dan mata air Marenda Kalada di Kabupaten Sumba Barat.
Menurut dia, ada juga data kecepatan angin masing-masing stasiun pengamatan dan diperkirakan mampu dijadikan sebagai potensi listrik antara lain, El Tari, Hansisi, Lasiana, Oesao, Tordamu di Kabupaten Kupang, Kemanggih, Larantuka di Flores Timur, TNK Komodo di Komodo, Nanga Lili di Manggarai Barat dan Mondu di Sumba Timur.
Jika semua potensi ini bisa dimanfaatkan secara optimal maka NTT tidak akan mengalami kesulitan listrik seperti yang terjadi selama ini.
"Ke depan memang harus dipikirkan bagaimana memanfaatkan potensi yang ada. Paling tidak untuk bisa mensuplay kebutuhan listrik sampai ke pedesaan," katanya. (antara)

Tidak ada komentar: