Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Lima KK belum terima bantuan

Laporan Yos Sudarso, Spirit NTT, 25 Februari - 2 Maret 2008

SIKUMANA, SPIRIT--Lima kepala keluarga (KK) korban angin puting beliung dari RT 21 dan 22, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, mendatangi Kantor Walikota Kupang, Kamis (21/2/2008). Pasalnya, mereka belum mendapat bantuan yang dibagikan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Senin dan Selasa (18-19/2/ 2008).
Disaksikan SPIRIT NTT, salah seorang korban, Nyonya Agustinus Nama menanyakan alasan mereka tidak mendapat bantuan pada Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kasubag Kesra) Bagian Sosial Setkot Kupang, Alamudin Kiang.
Saat dijawab Alamudin bahwa namanya mungkin belum terdata, Nyonya Agustinus Nama langsung menjawab ketus bahwa ia termasuk salah satu korban yang didata paling awal. "Malam itu Pak Wali sampai di rumah kami. Nama kami juga sudah didaftar pemerintah. Jadi kalau sekarang alasan kami belum didaftar itu berarti pemerintah ada pilih kasih," katanya.
Ia juga menantang Alamudin untuk bersama korban ke rumah-rumah mereka sehingga bisa memastikan bahwa mereka termasuk korban. Dengan cara ini, kata Nyonya Agustinus Nama, keraguan yang ada pada pemkot bisa terjawab.
Kepada sejumlah wartawan usai pertemuannya dengan Alamudin, Nyonya Agustinus Nama mengatakan, ia kesal karena saat pemkot membagikan bantuan, dirinya dan empat korban yang lain ikut hadir. Namun setelah menunggu hingga selesai pembagian, nama mereka tidak dibacakan untuk menerima dana bantuan.
Ia menegaskan, tuntutan ini untuk memastikan bahwa pemkot bersikap adil dan tidak pilih kasih. Karena itu mereka tidak keberatan mengeluarkan biaya transportasi.
"Kami mau ketemu pak wali atau wakil walikota untuk tahu mengapa kami tidak dapat bantuan. Tetapi karena sekarang kami sudah didaftar, kami akan tunggu kapan kami dibantu," ujarnya.
Sementara Alamudin Kiang saat dimintai komentarnya mengatakan, tidak ada unsur kesengajaan, apalagi pilih kasih oleh pemkot. Yang terjadi, menurutnya, murni kesalahan dalam mendata korban. Ia mengakui bahwa ada beberapa korban, seperti Nyonya Arifin Djafar sudah terdata, namun saat pembagian ada kesalahan teknis sehingga tidak tercatat dalam korban penerima bantuan.
"Sekarang datanya sudah saya ambil. Saya akan lapor wakil walikota dan saya kira besok atau lusa mereka sudah bisa terima bantuan," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, pemkot menganggarkan dana Rp 140 juta untuk membantu korban angin puting beliung. Sebagian korban sudah menerima bantuan dengan jumlah yang bervariasi, tergantung tingkat kerusakan. Yayasan Agape misalnya, mendapat Rp 20 juta, SMPN 15 dan SMAN 16 masing-masing mendapat Rp 10 juta. Sepuluh rumah warga yang rusak berat masing-masing mendapat Rp 5 juta, dan yang rusak ringan mendapat Rp 1 juta. *

Tidak ada komentar: