Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kekurangan buku pelajaran kendala hadapi UN

Laporan Okto Manehat, Spirit NTT, 17-23 Maret 2008

ALOR TENGAH UTARA, SPIRIT-- Camat dan semua komponen masyarakat di Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU) harus memotivasi para siswa SD dan SMP di wilayah itu agar sukses menghadapi Ujian Nasional (UN) tahun 2008. Para calon peserta UN harus didorong untuk giat belajar agar bisa mengerjakan soal-soal UN dengan baik. Salah satu kendala yang dihadapi para siswa setempat adalah kekurangan buku pelajaran. Demikian penegasan Camat Alor Tengah Utara (ATU), Iskandar Lakamau, kepada wartawan usai acara pelantikan panitia pemungutan suara (PPS) oleh Ketua PPK kecamatan itu, di Mebung, Ibukota ATU, Kamis (14/3/2008).
Lakamau mengatakan, untuk memotivasi para siswa kelas VI SD dan kelas III SMP di desa-desa di kecamatan itu dalam menghadapi UN, dirinya memantau ke sejumlah sekolah, juga memberikan arahan kepada setiap kepala desa dan aparat desa, serta membangun koordinasi dengan kepala cabang dinas pendidikan di kecamatan.
Menurut Lakamau, dari hasil pengecekannya pada tahap persiapan, umumnya siswa diberikan les pendalaman materi sesuai mata pelajaran yang akan diuji. Namun, katanya, masalah yang paling serius dihadapi siswa SD dan SMP di kecamatan itu adalah pengisian LJK yang menggunakan standar komputer. Sebab, umumnya siswa-siswa di desa-desa di kecamatan itu jauh dari akses teknologi komputer sehingga tidak terbiasa, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali akan hal-hal yang bersifat komputerisasi itu.
Lakamau meminta guru-guru terus mengajarkan kepada siswa tentang cara pengisian LJK yang benar. "Pensilnya harus asli dan cara arsirnya yang tepat itu bagaimana, harus terus diajarkan. Karena ujian nanti tidak pakai pensil yang asli dan cara arsirnya salah, meski jawaban yang dkerjakan benar, tetap akan salah dan yang rugi itu siswa," jelas Lakamau.
UN kali ini diikuti siswa kelas VI di 14 SD yang ada dalam kecamatan tersebut dan 3 SMP. Tiga SMP yang dimaksud adalah SMP Negeri Mainang, SMP Negeri Likuatang, dan SMP Kristen Welai-Lembur (Welem). *

Tidak ada komentar: