Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Hurek buka pelatihan kesehatan seksual

Laporan Rosalina L Woso, Spirit NTT, 24-30 Maret 2008

KUPANG, SPIRIT--Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, membuka pelatihan kesehatan seksual, IMS, dan HIV/AIDS bagi tokoh agama di Kota Kupang, di depan RRI Kupang, Rabu (26/3/2008).
Dalam sambutannya, Daniel Hurek, meminta para tokoh agama harus membantu pemerintah dalam mensosialisasikan bahaya penyakit HIV/AIDS di tengah jemaat. Sebab, para pemimpin agama berperan aktif menyampaikan pesan-pesan dari atas mimbar gereja.
Pelatihan yang dilakukan oleh Lembaga Yasagama, kata Hurek, memiliki nilai positif karena berjuang bersama semua stakeholder untuk membantu sesama agar tidak terjebak dalam bahaya penyakit menular itu.
Hurek mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap berkembangnya penyakit karena secara riil jumlah HIV/AIDS di NTT kian bertambah. Meningkatnya kasus itu, tegas Hurek, menjadi salah satu bentuk ancaman bagi sesama untuk hidup sehat dan nyaman.
Salah satu bentuk kepedulian yang dilakukan saat ini, kata Hurek, pemkot mengajak semua pihak termasuk tokoh agama untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan melalui mimbar gereja.
Hurek menambahkan, memang sulit untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus HIV/AIDS karena sangat berkaitan dengan kebutuhan manusia. Kebutuhan yang membawa kenikmatan itu, perlu diputuskan dengan peningkatan iman dan perilaku hidup sehat.
Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Lembaga Yasagama, Rosalia Caslidya, dalam laporannya, menjelaskan, di NTT telah terjadi 258 kasus, terdiri dari 130 kasus HIV dan 128 AIDS.
Jumlah penderita HIV/AIDS ini dikelompokkan yang beresiko tinggi berdasarkan pekerjaan, kata Rosalia, pekerja seks komersial (PSK) 29 persen dan 71 persen adalah masyarakat umum (Laporan Dinkes NTT, 25 Agustus 2007).
Di Kota Kupang, kata Rosalia, data yang dihimpun Komisi Penanggulangan HIV/AIDS, dari tahun 2000 sampai September 2007 tercatat, 99 kasus HIV/AIDS. Dari 99 kasus, 63 orang HIV dan 36 orang menderita AIDS, 21 di antaranya telah meninggal. *

Tidak ada komentar: