Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Walikota tatap muka dengan kader HMI

Laporan Apolonia M Dhiu, Spirit NTT, 24-30 Maret 2008

KUPANG, SPIRIT--Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, bertatap muka dengan 47 anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Ruang Rapat Garuda, Kantor Walikota Kupang, Selasa (25/3/2008).
Pada forum itu, Daniel Adoe mengingatkan para kader HMI yang sudah dilatih dalam organisasi itu untuk menjadi pemimpin harus bisa melalui berbagai fase dan proses yang matang sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Jangan suka menjadi pemimpin 'karbitan', karena mudah dijangkau tetapi akan mudah juga dijatuhkan.
Anggota HMI yang datang dari berbagai daerah di Indonesia ini sedang melakukan Pelatihan Kemimpinan Kader tingkat II di aula Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengembangan Kegiatan Belajar (PKB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Propinsi NTT.
Hadir dalam tatap muka ini utusan HMI Cabang Makassar tujuh orang, HMI Cabang Bone satu orang, HMI Cabang Alor tiga orang dan HMI Cabang Kupang 36 orang.
Seperti disaksikan SPIRIT NTT, tatap muka ini berlangsung meriah karena Walikota Kupang banyak memberikan tips dan petuah untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.
Tatap muka ini diakhiri dengan pose bersama sebagai kenang-kenangan masing-masing cabang dengan Walikota Kupang di depan kantor Walikota Kupang.
Menurut Adoe, organisasi pada dasarnya menciptakan kader pemimpin yang handal untuk membangun bangsa dan negara, terutama daerah NTT. Kader, katanya, adalah bingkai yang bisa menghiasi dan melindungi bangsa dan negara. Untuk itu, katanya, seorang kader agar tetap mempertahankan eksistensi dan kewibawaan bangsa dan negara sehingga tidak mudah digoyahkan, baik karena pengaruh dari dalam maupun dari luar.
Dikatakannya, HMI sebagai generasi penerus bangsa harus tetap menoleh ke belakang untuk melihat sejarah bangsa. Berbagai peristiwa yang sudah terjadi di masa lampau agar tidak terulang lagi, sehingga sebaiknya jangan lengah dan tetap waspada. Para anggota HMI, katanya, harus tetap bermitra dan bergandengan tangan dengan pemerintah untuk sama-sama membangun, dalam upaya memberantas dan mengatasi kemiskinan.
"Jangan cepat terprovokasi dengan hasutan orang-orang tertentu untuk berdemonstrasi. Tetaplah selalu waspada dan bisa melihat masalah secara mendalam sehingga tidak mudah terprovokasi," katanya.
Dikatakannya, agenda daerah NTT yang sedang dalam proses pilkada hendaknya tetap dikawal dan dijaga agar berjalam aman dan lancar.
Ketua Umum HMI Cabang Kupang, Boli Tonda Baso, yang didampingi Ketua Umum HMI Wilayah Nusa Tenggara (NTT, NTB dan Bali), Pandi Ahmad Affandi, mengatakan, sebagai orang HMI, dia sangat bangga dan berterima kasih karena Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, berkenan melakukan acara tatap muka untuk membahas berbagai masalah di Kota Kupang. "Kami sangat senang dan bangga karena sejak berdiri tahun 1964 sampai saat ini, baru di tahun 2008 HMI bisa bertemu dan melakukan tatap muka dengan walikota. Ini kemajuan luar biasa," katanya. Untuk itu, ia berharap HMI bisa bermitra dengan pemerintah dalam hal ini Kota Kupang untuk sama-sama bergandengan tangan membangun daerah ini. *

Tidak ada komentar: