Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Wawasan remaja tentang HIV/AIDS perlu ditingkatkan

Laporan Lorens Nale/Humas Sikka, Spirit NTT 31 Desember 2007 - 6 Januari 2008

MAUMERE, SPIRIT--Wawasan dan pengetahuan masyarakat terutama para remaja tentang bahaya virus HIV (Human Immunnodefieciendy Virus) perlu ditingkatkan. Dengan demikian akan mengurangi dan menekan angka penderita virus mematikan itu. Selain itu, berbagai komponen dituntut untuk terus melakukan sosialisasi tentang risiko dan ancaman virus HIV/AIDS terhadap kehidupan manusia.
Hal ini diungkapkan dr. Asep Purnama, S.Pd, Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) TC Hillers Maumere saat memaparkan makalah berjudul HIV/AIDS dan Narkoba dikalangan remaja pada seminar sehari memperingati Hari AIDS Sedunia di Kampus Unipa Maumere, Sabtu (1/12/2007). Seminar ini digelar dalam rangka pelaksanaan Dies Natalis ke-2 Unipa Maumere.
Menurut Asep, dari tahun ke tahun kasus penderita HIV/AIDS terus meningkat tajam. Kabupaten Sikka sendiri mengalami peningkatan, di tahun 2002 sebanyak 12 persen kasus HIV yang ditangani pihak rumah sakit, sedangkan tahun 2007 meningkat menjadi 62 persen.
Selain dr. Asep Purnama, juga tampil sebagai pembicara dalam seminar yang dibuka Pembantu Rektor 1 Unipa itu adalah Drs. Yosep Ansar Rera, Wakil Bupati Sikka, selaku Ketua Badan Narkotika Sikka.
Dalam makalahnya berjudul Koordinasi dan Penanggulangan HIV/AIDS dan Narkoba oleh Pemkab Sikka, Ansar Rera menjelaskan bahwa nakotika merupakan alat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman sintetis atau bukan sintetis yang menyebabkan menurunnya perubahan kesadaran, hilang rasa, mengurangi sampai mengurangi rasa nyeri yang dapat menimbulkan rasa ketergantungan.
"Dampak dari penggunaan narkotika adalah daya tahan tubuh menurun secara dratis. Hal ini bisa menyebabkan penyakit ginjal, hati, lambung, hipertensi, radang saraf yang mengakibatkan kematian," katanya.
Khusus di Kabupaten Sikka, diakui Ansar Rera, penderita narkoba terdiri dari enam kasus, lima kasus narkoba dengan menggunakan jarum suntik, empat meninggal dunia dan satu orang dibawa ke Jakarta untuk berobat, sedangkan satu orang sedang diproses hukum di Pengadilan Negeri Maumere.
Melalui Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2007 tertanggal 17/04/2007, katanya, Pemerintah Kabupaten Sikka telah membentuk Badan Narkotika Kabupaten Sikka, yang bertugas mendorong peran serta masyarakat yang berhubungan dengan pencegahan dan pembatasan dan penyalahgunaan narkoba serta mempunyai fungsi untuk menjalankan kebijakan strategi BNN yang berhubungan dengan pencegahan dan peredaran narkoba serta melakukan pengawasan pengendalian peredaran narkoba.
Ansar Rera mengharapkan agar penanggulangan masalah ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat dan negara. Seminar yang dimoderatori Yohanes M Vianney Sanda, Ketua Program Studi Fakultas Sosial Unipa, ini dihadiri seluruh sivitas akademika Unipa, pembantu rektor, para dosen dan pegawai tata usaha lainnya.
Sementara Yohanes Brechmans Tana Boleng, Ketua Yayasan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat (YAKKESTRA), dalam makalahnya berjudul, "Kaum muda dalam penanggulangan HIV/AIDS," menjelaskan, dalam diri kaum muda ada tiga aspek penting yang perlu diperhatikan, yakni aspek psikologis, kejiwaan masih labil, mencari identitas diri dan mengidolakan yang lain, mudah terbawa arus zaman dan ingin mencoba-coba yang baru. Aspek sosial meliputi kelompok sosial yang suka berkumpul di luar rumah dan hiburan.
Pada aspek ekonomi, terjadi kecenderungan konsumtif dan usia produktif. Jika tidak dikelola dan diarahkan secara baik, katanya, akan mengarah kepada pengelolaan yang negatif. Menurut Brechmans, berdasarkan hasil investigasi lapangan, mayoritas adalah kaum muda, ojek dan buruh. Berdasarkan pengakuan waria, mereka telah melayani banyak kaum muda dan memberi mereka uang, rokok dan pulsa.
Andia Dekrita S.E. M.M, Koordinator Panitia Seminar dan Wisuda yang juga sebagai Ketua Prodi Fakultas Ekonomi, dalam laporannya menjelaskan masa remaja merupakan masa yang penuh risiko, perubahan fisik berjalan begitu cepat yang diikuti dengan perubahan dalam sikap dan tingkah laku. Pada masa ini, katanya, timbul rasa ingin tahu, mau coba-coba bertindak sesuai dengan dorongan pribadi. "Di sini mulai timbul masalah merokok, miras, ganja dan ada kesadaran untuk berubah, namun timbul konflik dan pergaulan bebas," ujarnya.
Karena itu, lanjut Andia, kaum muda harus memiliki pemahaman tentang HIV/AIDS dan mereka diarahkan untuk hidup waspada, tidak jatuh dalam pergaulan bebas dan persoalan yang menimbulkan penyakit menular. *

Tidak ada komentar: