Laporan Thomas Duran, Spirit NTT, 8-15 Oktober 2007
MAULAFA, SPIRIT--Warga Kelurahan Maulafa mengutamakan pembangunan jalan lingkungan dan prasarana lainnya ketimbang air bersih karena sebagian besar warga memiliki sumur.
Hal ini disampaikan Lurah Maulafa, Daniel Zacharias, S.Sos, saat ditemui SPIRIT NTT di ruang kerjanya, Kamis (4/10/2007).
Kebutuhan pembangunan jalan lingkungan ini, diakui Daniel, diketahui ketika pada musyawarah rencana pembangunan kelurahan (Musrenbangkel), pihak kelurahan menggagas kebutuhan bak penampungan air bersih, namun tidak ditanggapi. Dalam musrenbangkel ini masyarakat merekomendasikan program bantuan keserasian sosial (BKS) kepada Dinas Sosial Propinsi NTT. Program ini, di antaranya pembangunan jalan setapak dan pengadaan kursi untuk kebutuhan di masing-masing RT.
Namun, Dinas Sosial Propinsi NTT hanya menyetujui pembangunan jalan setapak sepanjang 1.266 meter yang tersebar di 12 RT di kelurahan itu senilai Rp 110 juta. Pembangunan jalan setapak ini, menurut Daniel, sedang dikerjakan oleh masyarakat setempat. Pasalnya, program BKS ini melibatkan semua komunitas masyarakat yang dikoordinir Ketua Komunitas Masyarakat, Andy Wadu.
Dengan bantuan yang disalurkan Dinas Sosial Propinsi NTT ini, kata Daniel, warga yang mendapat bantuan BKS ini agar ikut berpartisipasi aktif dan memelihara semua sarana yang diberikan. "Saya mengimbau kepada masyarakat agar bisa menanam pohon pada pekarangan, sesuai dengan instruksi Pak Walikota Kupang yang intinya melindungi debit air dalam sumur," kata Daniel. *
Hal ini disampaikan Lurah Maulafa, Daniel Zacharias, S.Sos, saat ditemui SPIRIT NTT di ruang kerjanya, Kamis (4/10/2007).
Kebutuhan pembangunan jalan lingkungan ini, diakui Daniel, diketahui ketika pada musyawarah rencana pembangunan kelurahan (Musrenbangkel), pihak kelurahan menggagas kebutuhan bak penampungan air bersih, namun tidak ditanggapi. Dalam musrenbangkel ini masyarakat merekomendasikan program bantuan keserasian sosial (BKS) kepada Dinas Sosial Propinsi NTT. Program ini, di antaranya pembangunan jalan setapak dan pengadaan kursi untuk kebutuhan di masing-masing RT.
Namun, Dinas Sosial Propinsi NTT hanya menyetujui pembangunan jalan setapak sepanjang 1.266 meter yang tersebar di 12 RT di kelurahan itu senilai Rp 110 juta. Pembangunan jalan setapak ini, menurut Daniel, sedang dikerjakan oleh masyarakat setempat. Pasalnya, program BKS ini melibatkan semua komunitas masyarakat yang dikoordinir Ketua Komunitas Masyarakat, Andy Wadu.
Dengan bantuan yang disalurkan Dinas Sosial Propinsi NTT ini, kata Daniel, warga yang mendapat bantuan BKS ini agar ikut berpartisipasi aktif dan memelihara semua sarana yang diberikan. "Saya mengimbau kepada masyarakat agar bisa menanam pohon pada pekarangan, sesuai dengan instruksi Pak Walikota Kupang yang intinya melindungi debit air dalam sumur," kata Daniel. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar