Laporan Endang/Humas Sikka, Spirit NTT 3-10 Desember 2007
MAUMERE, SPIRIT--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sikka akhirnya menyetujui perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat tahun anggaran 2007. Perubahan APBD ini diajukan pemerintah dalam Rapat Paripurna VII masa sidang III Tahun 2007, Selasa (20/11/2007).
Persetujuan DPRD Sikka disertai beberapa catatan dan usul saran, antara lain agar pemerintah dalam hal ini dinas kimpraswil perlu meningkatkan pengawasan dalam pelaksanaan proyek-proyek agar kualitas proyek lebih terjamin.
Sementara itu, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dalam hal pembukaan isolasi fisik prasarana jalan secara swadaya, pemerintah perlu menyediakan peralatan berat yang memadai.
Selain dinas kimpraswil, dinas pendidikan juga mendapat catatan agar memfasilitasi guru-guru yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S-1 dan D-4) dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada mereka sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Selain itu, agar bantuan untuk organisasi kemasyarakatan harus berorientasi untuk mendorong keswadayaan masyarakat dengan memperhatikan asas keadilan dan selektif.
Satu hal umum yang harus diperhatikan agar Bupati Sikka memperhatikan kehadiran para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD/dinas, badan, kantor dan bagian) dalam seluruh acara sidang DPRD.
Rapat Paripurna VII masa sidang III ini ditutup hari Selasa (20/11/2007). Penutupan sidang ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Sikka, Ir. Henny Doing dan dihadiri Bupati Sikka, jajaran Muspida Sikka, para asisten pada Setda Sikka, pihak eksekutif serta masyarakat Sikka.
Empat ranperda menjadi perda
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sikka menyetujui empat buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diajukan Bupati Sikka dalam Rapat Paripurna VII Masa Sidang III Tahun 2007 untuk ditetapkan menjadi Perda. Keempat Ranperda tersebut yaitu Ranperda Kabupaten Sikka tentang Pengelolaan Usaha Pertambangan Umum; Ranperda tentang Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup; Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005-2025
Tiga buah ranperda langsung diserahkan kepada Bupati Sikka setelah ditetapkan menjadi Perda. Terhadap Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005-2025, penetapannya akan dilakukan setelah dilakukan asistensi dengan Biro Hukum Propinsi NTT karena perda propinsi tentang hal yang sama belum ada. *
Institusi adat strategis dalam pembangunan
Laporan Endang/Humas Sikka, Spirit NTT 3-10 Desember 2007
WAIBLAMA, SPIRIT--Dalam penyelenggaraan pemerintahan, institusi adat adalah komponen paling berpengaruh dan harus diletakkan sebagai kekuatan strategis, apalagi dalam membangun sebuah kecamatan yang baru.
Camat Waiblama, Yosephus Parera, mengatakan hal itu di Desa Werang, Kecamatan Waiblama, dalam acara gren mahe, ritus budaya lima/sepuluh tahunan di desa tersebut, Selasa (20/11/2007).
Pengakuan terhadap peran dan pengaruh institusi adat ini, menurutnya, telah disampaikan dalam kunjungan perdananya semenjak dirinya dilantik menjadi Camat di kecamatan baru, Waiblama, tanggal 27 Juni 2007. Kecamatan ini merupakan pemekaran dari Kecamatan Talibura meliputi seluruh wilayah selatan kecamatan tersebut.
"Dalam kunjungan kerja perdana, saya sampaikan kepada masyarakat, tekad saya. Bahwa untuk membangunan sebuah wilayah perlu kerja sama pemerintah, tokoh agama dan institusi atau masyrakat adat," katanya kepada tim SPIRIT NTT. Camat Parera mengatakan, masyarakat Kecamatan Waiblama dan kita orang tana ai pada umumnya menjunjung tinggi adat. Gren mahe adalah warisan leluhur yang patut dihargai dan dihormati.
Ia mengajak seluruh masyarakat agar dengan tulus hati mengucapkan syukur dan mohon berkat dari leluhur serta Yang maha tinggi sehingga ke depan hasil panen meningkat dan kerjasama semua pihak yakni pemerintah, institusi agama dan adat serta seluruh masyarakat semakin baik. dengan demikian bisa tercipta kesejahteraan secara paripurna
Pesta budaya gren mahe, menurut Camat Waiblama, jika dilihat dari segi sosial budaya sangat menguntungkan, karena memperkokoh solidaritas komunitas adat; meski dari sisi ekonomi tidak menguntungkan karena begitu banyak hewan yang dikorbankan, meski jumlahnya sudah berkurang dibandingkan dulu bisa ratusan ekor.
Tentang dukungannya, Yosephus Parera mengatakan, "Saya mendukung kegiatan ini, sejak pertemuan persiapan oleh dua moan watu pitu saya sudah menyatakan mendukung acara ini dengang mengundang pak bupati serta para kepala dinas terkait." Saat menyampaikan undangan tersebut, kata camat Parera, Bupati Sikka Alex Longginus sudah mengarahkan agar masyarakat mengurangi biaya pesta mengingat keadaan ekonomi belum berkelebihan.
Menyinggung iklim musyawarah yang secara dominan mewarnai hampir seluruh rangkaian upacara ini, Camat Waiblama mengatakan pihaknya akan terus berjuang untuk menghidupkan iklim seperti ini melalui lembaga adat dan mengimplementasikannya dalam roda pemerintahan yang dinahkodainya.
Dia mengatakan, lembaga adat perlu dijaga dan dilestarikan. Untuk mengatasi berbagai persoalan masyarakat, pemerintah tidak hanya mengandalkan kekuatannya sendiri melainkan mensinergikan partisipasi lembaga adat dan agama. Ia mencontohkan, masalah air minum bersih. Masalah ini harus dipecahkan dalam iklim musyawarah antar komunitas adat sebagaimana yang terjadi dalam ritus adat gren mahe ini.
Melalui ritus kita maknai kekuatan musyawarah. sehingga semua persoalan pembangunan dapat terselesaikan dengan baik dan bermanfaat untuk semua. Pemerintah harus mendengarkan masyarakat, institusi agama juga harus menghargai kearifan budaya; sebaliknya masyarakat dan institusi adat/budaya juga mendengarkan pemerintah dan institusi agama. "Kita mesti bergerak maju dengan saling bahu membahu sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing," jelas camat berbijak kata. Sambil menunjuk lencana garuda yang tersemat pada baju keki yang dipakainya, Yosephus Parera mengatakan, ini garuda bukannya serba bisa. "Semua kita memiliki kekurangan, karenanya harus saling mendukung," tegasnya kepada SPIRIT NTT. *
DPRD Sikka setujui perubahan APBD 2007
Label:
Sikka
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar