ATAMBUA, SPIRIT--Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, meminta anggota Korps Pegawai Repulik Indonesia (Korpri) di daerah itu merefleksi diri soal kinerja berupa pelayanan kepada masyarakat, apakah sudah memadai atau belum.
Permintaan Bupati Lopez ini disampaikannya pada upacara HUT ke-36 Korpri tingkat Kabupaten Belu di halaman depan Kantor Bupati Belu di Atambua, Kamis (29/11/2007). Bupati Lopez mengemukakan permintaannya ini dengan nada tinggi karena ada peserta upacara yang tertawa ketika lambang Satya Lancana Karya Setia milik Bene Mones yang sudah disematkan Bupati Lopez terjatuh dan yang bersangkutan menunduk mengambilnya.
"Upacara HUT Korpri sejak awal berjalan hikmat. Harusnya kalau ada anggota Korpri yang melakukan kesalahan tidak boleh tertawa karena ini upacara resmi. Saya menilai semangat korps pada orang yang tertawa masih rendah," kata Bupati Lopez mengawali sambutannya.
Upacara ini juga dihadiri Wakil Bupati Belu, drg. Gregorius Mau Bili, Ketua DPRD Belu, Gabriel Dermawan, Sekab, Drs. JT Ose Luan, pejabat lingkup Setda Belu. Bupati Lopez menjelaskan, terkait HUT Korpri tahun 2007, dirinya menekankan beberapa hal yang harus mendapat perhatian serius anggota Korpri.
"Kegiatan hari Korpri sebagai momentum dari upaya mengintrospeksi atau merefleksikan diri sebagai abdi masyarakat dan abdi negara. Harus refleksi diri, sudah sejauh mana kinerja yang ditunjukkan kepada masyarakat, apakah sudah optimal atau belum," tandasnya.
Lopez menyatakan penyesalannya dengan tingkah laku anggota Korpri yang menciptakan lelucon pada HUT Korpri. "Saya mau tanya, rasa kebanggaan sebagai PNS di mana? Mereka yang tertawa selama upacara berlangsung menunjukkan semangat korps rendah. Kalau ada PNS yang buat salah bukannya menunjukkan sikap tertawa. Ke depan saya minta tingkat disiplin kerja. Tingkatkan semangat profesionalisme," tegasnya. (yon) Spirit NTT, 10-16 Desember 2007.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar