Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Warga Belu galakkan budaya menanam

ATAMBUA, SPIRIT -- Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Kabupaten Belu, Ir. Anton Tisera, mengajak warga di daerah itu agar menggalakkan kembali budaya menanam.
Ajakan Tisera ini berkaitan dengan aksi penanaman ribuan pohon dalam rangka Hari Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon tingkat Kabupaten Belu, di Atambua, Rabu (28/11/2007).
Tisera menjelaskan, kegiatan aksi serentak Indonesia ini dilakukan secara nasional tanggal 28 November 2007 ditandai pencanangan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Desa Cibadak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam aksi nasional itu, ditanam 79 juta pohon di seluruh Indonesia serta 10 juta pohon ditanam oleh ibu-ibu dalam aksi Gerakan Perempuan Menanam dan memelihara Pohon tanggal 1 Desember 2007.
Untuk tingkat Kabupaten Belu, jelas Tisera, pihaknya telah menyelenggarakan kegiatan penanaman 3.300 batang pohon dari berbagai jenis seperti, mahoni, sukun, cendana, di areal sekitar tiga hektar pada ruang terbuka hijau. Kegiatan ini akan berkelanjutan mengingat kondisi daerah Belu sekarang sudah mulai tandus.
"Kegiatan penanaman sejuta pohon ini bukan hanya karena aksi nasional penanaman Serentak di Indonesia tapi akan berkelanjutan. Kita punya keyakinan dengan penanaman ribuan anakan di sekitar SMAK Surya Atambua, ke depan bisa kita jadikan sebagai hutan kota," jelasnya.
Terkait dengan itu, pihaknya sudah meminta seluruh masyarakat Belu agar mulai dari sekarang perlu membudayakan budaya menanam. Hal ini penting karena perubahan iklim dunia sekarang ini terus berubah seiring penemuan teknologi. Untuk itu, kata Tisera, pencanangan penanaman serentak ini menjadi awal yang baik bagi masyarakat Belu agar ke depan lebih sering menanam pohon di rumah masing-masing.
Soal pemeliharaan lanjutan, Tisera menjelaskan, sudah menjadi budaya bahwa setiap kali tanaman ditanami pemeliharaannya jarang dilakukan lebih lanjut. Namun untuk sejuta pohon ini, kata Tisera, dirinya akan meminta siswa di sekolah yang ada di sekitar lokasi, juga PNS di lingkungan Pemkab Belu untuk menyempatkan diri satu atau dua jam menyiram.
"Pohon yang kita tanam itu kan bukan untuk kepentingan segelintir orang tapi untuk kita semua termasuk generasi berikutnya. Untuk itu sayaminta kalau bisa PNS setelah mengikuti kegiatan senam pada setiap Jumat supaya bisa ikut memeliharanya," harapnya. (yon) Spirit NTT, 10-16 Desember 2007.

Tidak ada komentar: