Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Warga Tapobaran Tagih Janji Pasang Listrik


SPIRIT NTT/HUMAS LEMBATA/SELLO
BERI ARAHAN--Sekda Lembata, Drs. Petrus Toda Atawolo, M.Si, sedang memberikan arahan kepada para penerima SK CPNSD saat apel penerimaan SK di halaman tengah kantor Bupati Lembata Rabu (27/05/9).

Spirit NTT, 15-21 Juni 2009, Laporan Ege Moa

TAPOBARAN, SPIRIT
--Kepala Desa (Kades) Tapobaran dan masyarakat setempat menagih janji Dinas Pertambangan dan Energi Lembata yang belum merealisasikan perluasan jaringan listrik ke desa itu. Buntutnya, Kades Tapobaran memblokir rumah genzet di desa itu.

Kepala Desa Dikesare, Rafael Suban Ikun, kepada SPIRIT NTT, Senin (1/6/2009), menyatakan, tindakan pemblokiran rumah genset itu mengakibatkan terjadinya pemadaman listrik di wilayah itu sejak tanggal 19 Mei 2009. Masyarakat pelanggan listrik akhirnya mengeluhkan masalah itu kepada kades setempat.




"Kami sudah ke Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Lembata dan melakukan pendekatan dengan Kades Tapobaran. Namun usaha kami sia-sia karena warga dan kepala desa menagih janji pemasangan jaringan listrik. Kami sudah bertemu Kadistamben dan disarankan bertemu pemerintah kabupaten dan saya sudah bertemu Asisten II Setda, Drs.Bernadus Boli Hipir," kata Rafael.

Menurut dia, Distamban Lembata akhirnya mengirim utusan menemui kades dan warga Desa Tapobaran. Namun pendekatan tidak berhasil meluluhkan hati mereka. Warga dan kades bersikukuh memblokir rumah genset sampai jaringan listrik di desa itu terpasang.

Rafael mengaku sudah berupaya mendekati kades dan sejumlah warga Tapobaran, namun tetap sia-sia. "Mereka tetap menuntut pemerintah memenuhi janjinya. Saya juga kecewa dengan sikap kades dan rakyat yang melakukan tindakan tidak terpuji itu dengan mengorbankan rakyat lain. Pelanggan dan penjaga rumah listrik, Bertolomeus Hayon, tidak bersalah," keluh Rafael.

Rafael juga kecewa dengan pihak Distamben Lembata yang tidak bisa bersikap tegas kepada kades dan warga dimaksud. Rafael berharap pemerintah bisa turun tangan menyelesaikan persoalan itu sehingga tidak berlarut-larut. (*)


Tidak ada komentar: