SPIRIT NTT/ISTIMEWA
SALAH satu gedung Gereja Kristen Sumba (GKS) di Pulau Sumba
Spirit NTT, 15-21 Juni 2009
WAIBAKUL, SPIRIT--Bupati Sumba Tengah, Drs. Umbu Sappi Pateduk, meminta Gereja Kristen Sumba (GKS) sebagai salah satu institusi paling tua dan mengakar di Pulau Sumba, agar terus mampu untuk mencatat, mensinyalir, dan mengarahkan berbagai perubahan.
Permintaan Bupati Umbu Sappi Pateduk yang disapa Umbu Bintang ini disampaikan ketika membuka Sidang IV Majelis Sinode GKS di GKS Waibakul, 2 Maret 2009 lalu.
Menurut Bupati Bintang, dinamika internal yang ditandai dengan hadirnya dua kabupaten baru di pulau ini serta dinamika eksternal terkait dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan yang pada gilirannya akan mempengaruhi pola pikir dan pola tindak masyarakat, menjadikan Gereja Kristen Sumba sebagai salah satu lembaga yang paling relevan untuk memberikan warna pada berbagai dinamika yang muncul. Mengapa? Sebagai lembaga moral, Gereja menjadi institusi yang paling mungkin menjaga dan membangun moralitas masyarakat yang bermartabat dan berkeadaban.
Bupati menyebut ancaman mutakhir terhadap kedua kabupaten ini adalah kemungkinan untuk bergabung kembali dengan kabupaten induk, jikalau dalam rentang waktu tiga tahun tidak dapat menunjukan kinerja/kemampuan masyarakat bersama pemerintah dalam menyelenggarakan otonomi daerah.
"Merujuk pada argumentasi ini, saya sungguh berharap, hal ini juga menjadi perhatian serius dari Gereja Kristen Sumba. Gereja Kristen Sumba harus juga menjadi institusi yang bertanggung jawab bagi kelangsungan kedua kabupaten di pulau ini. Gereja Kristen Sumba sebagai lembaga moral, sangat dibutuhkan menjadi institusi yang dapat membangun solidaritas di tingkat pulau untuk menjaga kelangsungan kedua daerah otonom baru ini serta memantapkan derap langkah Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat. Harapan ini perlu saya kemukakan di sini untuk menunjukan bahwa relasi institusioal antara GKS dan Pemerintah Daerah se-Daratan Sumba tidak boleh dibatasi hanya pada hal-hal yang sifatnya seremonial tetapi juga harus dikembangkan pada hal-hal yang sifatnya substansial-realistis," tegasnya.
Bupati melukiskan sidang dimaksud sangat bermakna sebagai sebuah pesta iman bagi warga Gereja Kristen Sumba. "Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah menyambut gembira event ini yang diselenggarakan untuk pertama kalinya diwilayah ini sejak lahirnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Sumba Tengah," katanya.
Sidang ini, katanya, merupakan salah satu pesta iman yang paling mengakar dalam kesejarahan Gereja Kristen Sumba bukan saja bagi para tokoh gereja tetapi juga bagi semua jemaat Tuhan di Pulau Sumba. Nuansa persekutuan biasanya selalu menjadi penciri dominan dari event-event seperti ini.
"Sesuatu yang saya sangka harus selalu ditumbuhkembangkan dalam lingkup Gereja Kristen Sumba, tidak saja dalam rangka Sidang IV Majelis Sinode tetapi juga pada hal-hal yang bertautan erat dengan usaha penciptaan medium persekutuan yang akan terus memberikan energi dan semangat baru untuk berkarya dalam dunia titipan Tuhan ini," ujarnya. (humas pemkab sumteng)
SALAH satu gedung Gereja Kristen Sumba (GKS) di Pulau Sumba
Spirit NTT, 15-21 Juni 2009
WAIBAKUL, SPIRIT--Bupati Sumba Tengah, Drs. Umbu Sappi Pateduk, meminta Gereja Kristen Sumba (GKS) sebagai salah satu institusi paling tua dan mengakar di Pulau Sumba, agar terus mampu untuk mencatat, mensinyalir, dan mengarahkan berbagai perubahan.
Permintaan Bupati Umbu Sappi Pateduk yang disapa Umbu Bintang ini disampaikan ketika membuka Sidang IV Majelis Sinode GKS di GKS Waibakul, 2 Maret 2009 lalu.
Menurut Bupati Bintang, dinamika internal yang ditandai dengan hadirnya dua kabupaten baru di pulau ini serta dinamika eksternal terkait dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan yang pada gilirannya akan mempengaruhi pola pikir dan pola tindak masyarakat, menjadikan Gereja Kristen Sumba sebagai salah satu lembaga yang paling relevan untuk memberikan warna pada berbagai dinamika yang muncul. Mengapa? Sebagai lembaga moral, Gereja menjadi institusi yang paling mungkin menjaga dan membangun moralitas masyarakat yang bermartabat dan berkeadaban.
Bupati menyebut ancaman mutakhir terhadap kedua kabupaten ini adalah kemungkinan untuk bergabung kembali dengan kabupaten induk, jikalau dalam rentang waktu tiga tahun tidak dapat menunjukan kinerja/kemampuan masyarakat bersama pemerintah dalam menyelenggarakan otonomi daerah.
"Merujuk pada argumentasi ini, saya sungguh berharap, hal ini juga menjadi perhatian serius dari Gereja Kristen Sumba. Gereja Kristen Sumba harus juga menjadi institusi yang bertanggung jawab bagi kelangsungan kedua kabupaten di pulau ini. Gereja Kristen Sumba sebagai lembaga moral, sangat dibutuhkan menjadi institusi yang dapat membangun solidaritas di tingkat pulau untuk menjaga kelangsungan kedua daerah otonom baru ini serta memantapkan derap langkah Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat. Harapan ini perlu saya kemukakan di sini untuk menunjukan bahwa relasi institusioal antara GKS dan Pemerintah Daerah se-Daratan Sumba tidak boleh dibatasi hanya pada hal-hal yang sifatnya seremonial tetapi juga harus dikembangkan pada hal-hal yang sifatnya substansial-realistis," tegasnya.
Bupati melukiskan sidang dimaksud sangat bermakna sebagai sebuah pesta iman bagi warga Gereja Kristen Sumba. "Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah menyambut gembira event ini yang diselenggarakan untuk pertama kalinya diwilayah ini sejak lahirnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Sumba Tengah," katanya.
Sidang ini, katanya, merupakan salah satu pesta iman yang paling mengakar dalam kesejarahan Gereja Kristen Sumba bukan saja bagi para tokoh gereja tetapi juga bagi semua jemaat Tuhan di Pulau Sumba. Nuansa persekutuan biasanya selalu menjadi penciri dominan dari event-event seperti ini.
"Sesuatu yang saya sangka harus selalu ditumbuhkembangkan dalam lingkup Gereja Kristen Sumba, tidak saja dalam rangka Sidang IV Majelis Sinode tetapi juga pada hal-hal yang bertautan erat dengan usaha penciptaan medium persekutuan yang akan terus memberikan energi dan semangat baru untuk berkarya dalam dunia titipan Tuhan ini," ujarnya. (humas pemkab sumteng)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar