SPIRIT NTT/ISTIMEWA
PADI IR 64 kini dibudidayakan petani di Desa Waimanu, Katikutana Selatan, Sumba Tengah.
* Padi IR 64 dan Cihereng
--Bupati Kabupaten Sumba Tengah (Sumteng), Drs. Umbu Sappi Pateduk alias Umbu Bintang, melakukan panen raya padi IR 64 dan Ciherang di lokasi persawahan Desa Waimanu, Kecamatan Katikutana Selatan, Sumteng. Yang luar biasa, panen padi ini menggunakan mesin perontok.
Desa Waimanu merupakan desa binaan balai benih utama (BBU) Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sumba Tengah di DesaWaimanu, Kecamatan Katikutana Selatan, Sabtu (30/5/2009). Panen raya kali ini disaksikan ratusan masyarakat sekitarnya.
Mereka datang melihat secara langsung proses pemotongan padi menggunakan mesin perontok yang baru pertama kali diperkenalkan di Kabupaten Sumteng. Hadir saat itu Ketua DPRD Kabupaten Sumteng, Drs. Umbu Dedungara. Tiba di lokasi, bupati bersama rombongan langsung turun ke lokasi persawahan seluas 2 ha yang siap panen dari areal seluruhnya seluas 12 ha.
Di hadapan ratusan masyarakat, Umbu Bintang langsung berdemo memotong padi menggunakan mesin perontok. Umbu Bintang mengaku, dia baru pertama kali memanen padi menggunakan mesin perontok. Selama ini biasanya memanen padi menggunakan tenaga manusia. Menggunakan mesin perontok padi ini lebih efisien dibandingkan dengan tenaga manusia, karena selain rugi waktu, tenaga, juga dana yang dikeluarkan untuk pekerja.
Umbu Bintang menyampaikan apresiasinya kepada Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sumteng, Ir. Martinus Jurumana, M.Si, bersama jajarannya yang telah memperkenalkan teknologi baru mesin perontok padi ini kepada para petani di wilayah ini.
Menurut Umbu Bintang, penerapan teknologi pertanian secara intensif dan terpadu mulai masa persiapan lahan (pengolahan), pengairan, tanam, pemupukan, pemeliharaan dan masa panen menjadi pilihan strategis bagi pengembangan sektor pertanian di Sumteng, mengingat lokasi sawah cukup luas.
Harapannya, penerapan teknologi pertanian tidak hanya terbatas pada kelompok petani tertentu, tetapi menyeluruh. Langkah pertama minimal para petani sekitar lokasi BBU yang meliputi Desa Waimanu, Wailawa, Matawoga, Umbu Riri dan Dameka mengenal, mengerti, memahami dan mempraktekkan pemanfaatan teknologi baru tersebut. Diyakini penggunaan teknologi baru itu dapat meningkatkan hasil panen dan hal ini akan mempengaruhi pendapatan masyarakat. (*)
- blow up-
-------------
Gunakan Teknologi Tepat Guna
KEPALA Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sumba Tengah, Ir. Marthinus Jurumana, M.Si, menjelaskan, luas areal BBU sebanyak 12 ha, terdiri dari lahan sawah irigasi dan lahan sawah tadah hujan. Belum maksimalnya pengolahan seluruh lahan sawah karena kondisi air belum optimal. Namun ke depan akan diupayakan ketersediaan air yang optimal bagi kebutuhan sawah.
Musim tanam tahun ini, kata Jurumana, pihaknya mengelola dua ha lahan untuk pengembangan tanaman padi unggul IR 64 dan Ciherang dengan penerapan teknologi tepat guna. Ke depan pihaknya akan berusaha membangun persawahan masyarakat sekitar dengan penerapan teknologi pertanian memadai agar hasil petani maksimal.
Jurumana mengatakan, pengembangan tanaman padi jenis IR 64 dan Ciherang sangat cocok dilakukan di wilayah ini. Dirincikan, panen padi pada areal lahan seluas 2 ha itu, rata-rata hasil panen sebanyak 7,78 ton.
Lebih lanjut dikatakan Jurumana, alat perontok padi yang digunakan sekarang adalah pinjaman dari Dinas Pertanian Sumteng. Ke depan usaha ini akan bertambah banyak lagi. (*)
PADI IR 64 kini dibudidayakan petani di Desa Waimanu, Katikutana Selatan, Sumba Tengah.
* Padi IR 64 dan Cihereng
--Bupati Kabupaten Sumba Tengah (Sumteng), Drs. Umbu Sappi Pateduk alias Umbu Bintang, melakukan panen raya padi IR 64 dan Ciherang di lokasi persawahan Desa Waimanu, Kecamatan Katikutana Selatan, Sumteng. Yang luar biasa, panen padi ini menggunakan mesin perontok.
Desa Waimanu merupakan desa binaan balai benih utama (BBU) Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sumba Tengah di DesaWaimanu, Kecamatan Katikutana Selatan, Sabtu (30/5/2009). Panen raya kali ini disaksikan ratusan masyarakat sekitarnya.
Mereka datang melihat secara langsung proses pemotongan padi menggunakan mesin perontok yang baru pertama kali diperkenalkan di Kabupaten Sumteng. Hadir saat itu Ketua DPRD Kabupaten Sumteng, Drs. Umbu Dedungara. Tiba di lokasi, bupati bersama rombongan langsung turun ke lokasi persawahan seluas 2 ha yang siap panen dari areal seluruhnya seluas 12 ha.
Di hadapan ratusan masyarakat, Umbu Bintang langsung berdemo memotong padi menggunakan mesin perontok. Umbu Bintang mengaku, dia baru pertama kali memanen padi menggunakan mesin perontok. Selama ini biasanya memanen padi menggunakan tenaga manusia. Menggunakan mesin perontok padi ini lebih efisien dibandingkan dengan tenaga manusia, karena selain rugi waktu, tenaga, juga dana yang dikeluarkan untuk pekerja.
Umbu Bintang menyampaikan apresiasinya kepada Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sumteng, Ir. Martinus Jurumana, M.Si, bersama jajarannya yang telah memperkenalkan teknologi baru mesin perontok padi ini kepada para petani di wilayah ini.
Menurut Umbu Bintang, penerapan teknologi pertanian secara intensif dan terpadu mulai masa persiapan lahan (pengolahan), pengairan, tanam, pemupukan, pemeliharaan dan masa panen menjadi pilihan strategis bagi pengembangan sektor pertanian di Sumteng, mengingat lokasi sawah cukup luas.
Harapannya, penerapan teknologi pertanian tidak hanya terbatas pada kelompok petani tertentu, tetapi menyeluruh. Langkah pertama minimal para petani sekitar lokasi BBU yang meliputi Desa Waimanu, Wailawa, Matawoga, Umbu Riri dan Dameka mengenal, mengerti, memahami dan mempraktekkan pemanfaatan teknologi baru tersebut. Diyakini penggunaan teknologi baru itu dapat meningkatkan hasil panen dan hal ini akan mempengaruhi pendapatan masyarakat. (*)
- blow up-
-------------
Gunakan Teknologi Tepat Guna
KEPALA Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sumba Tengah, Ir. Marthinus Jurumana, M.Si, menjelaskan, luas areal BBU sebanyak 12 ha, terdiri dari lahan sawah irigasi dan lahan sawah tadah hujan. Belum maksimalnya pengolahan seluruh lahan sawah karena kondisi air belum optimal. Namun ke depan akan diupayakan ketersediaan air yang optimal bagi kebutuhan sawah.
Musim tanam tahun ini, kata Jurumana, pihaknya mengelola dua ha lahan untuk pengembangan tanaman padi unggul IR 64 dan Ciherang dengan penerapan teknologi tepat guna. Ke depan pihaknya akan berusaha membangun persawahan masyarakat sekitar dengan penerapan teknologi pertanian memadai agar hasil petani maksimal.
Jurumana mengatakan, pengembangan tanaman padi jenis IR 64 dan Ciherang sangat cocok dilakukan di wilayah ini. Dirincikan, panen padi pada areal lahan seluas 2 ha itu, rata-rata hasil panen sebanyak 7,78 ton.
Lebih lanjut dikatakan Jurumana, alat perontok padi yang digunakan sekarang adalah pinjaman dari Dinas Pertanian Sumteng. Ke depan usaha ini akan bertambah banyak lagi. (*)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar