Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Pemadaman Listrik Jangan Rugikan Masyarakat


* Dari Sidang DPRD NTT

KUPANG, SPIRIT
--Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Melkianus Adoe, dalam sidang Dewan di Kupang, Senin (18/5/2008), menegaskan, pemadaman listrik yang masih terus berlangsung jangan sampai merugikan rakyat dan karena itu pemerintah propinsi perlu mengambil langkah konkret untuk mencegah kerugian semakin besar.

"Mengenai pemadaman listrik masih terus berlanjut sampai hari ini, dewan mengimbau pemerintah untuk mengambil langkah-langkah konkret sehingga masyarakat tidak semakin dirugikan," kata Adoe.



Akhir pekan lalu, Adoe menyebut alasan pemadaman antara lain karena kelelawar terbang menabrak kabel PLN mengakibatkan pemadaman sebagai alasan yang mengada-ada, bahkan meminta jika manajemen PLN tidak mampu mengatasi masalah, sebaiknya mundur dari jabatan.

Sampai dengan berita ini disiarkan, sejumlah wilayah di Kupang harus menerima kenyataan pemadaman listrik sejak pagi hari, termasuk di sebagian wilayah Kelurahan Oebufu di Jalan Perintis Kemerdekaan I dan Kelapa Lima di Jalaj Veteran. Usaha dagang di wilayah di mana listrik dipadamkan, terpaksa menggunakan generator set (Genset) pribadi sehingga pengusaha harus mengeluarkan anggaran besar untuk membeli genset dan bahan bakar, padahal telah menjadi pelanggan PLN.

Dalam pertemuan dengan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si dan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) NTT, Ny. Mus Malessy, pada pertengahan pekan lalu, General Manajer PT PLN Wilayah NTT, S. Januwarsono mengatakan, pihaknya memutuskan menyewa mesin pembangkit listrik dari dua perusahaan asal Jakarta, yang diharapkan bisa beroperasi normal pada akhir bulan ini. Kedua mesin itu ditempatkan di Kuanino berkekuatan 2,5 MW dan Tenau lima MW.

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Esthon L Foenay berkali-kali meminta manajemen PT PLN untuk memperhatikan kerugian yang dialami masyarakat akibat listrik padam, seperti peralatan elektronik yang rusak atau usaha industri rumah tangga yang macet, bahkan ada rumah yang terbakar karena terjadi hubungan arus pendek akibat pemadaman mendadak sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan dan pemdaham lebih dari sekali dalam sehari.

Kirim Surat
Ketua DPRD NTT, Drs. Mell Adoe mengatakan, DPRD akan mengirim surat kepada lembaga auditor pemerintah untuk melakukan auditing total terhadap manajemen dan keuangan PT PLN Wilayah NTT, guna bisa mengungkap masalah yang melilit PT PLN, sehingga mesin-mesin berusia tua tidak bisa diremajakan, sementara PLN membangun kantor megah dan kesejahteraan para karyawan lebih baik dibandingkan dengan kesejahteraan para pegawai negeri sipil (PNS) di pemerintahan.

Adoe membantah anggapan bahwa rumah dinas para pejabat negara di Kupang jarang mendapat giliran pemadaman listrik, karena di rumah dinas Ketua DPRD NTT di Jalan Kartini, listrik juga padam mengikuti jadwal di wilayah tersebut.
"Di rumah dinas Ketua DPRD pun listrik selalu padam, jadi tidak betul kalau ada yang bilang listrtik di rumah dinas para pejabat tidak padam," katanya. (ant)

Tidak ada komentar: