Spirit NTT, 25-31 Mei 2009, laporan Edy Hayong
ATAMBUA, SPIRIT--Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) di Belu butuh peran serta pihak swasta. Untuk itu, melalui Musyawarah Sektor Swasta diharapkan bersama-sama menyamakan konsep sehingga dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Tim Koordinasi Program P2DTK Bapedda Belu, K.ST Waryanto, saat membuka Musyawarah Sektor Swasta I P2DTK, di Hotel Permata, Atambua, Sabtu (16/5/2009).
Hadir Konsultan Infrastruktur, Felix Matulesi, Konsultan Kesehatan, Tesa Wardana, Konsultan Pendidikan, Matheos Lay, S.Pd, Konsultan Sektor Swasta, Agustinus Wara.
Waryanto mengungkapkan, kegiatan pengembangan sektor swasta (PSS) P2DTK bertujuan membantu pemerintah daerah dan sektor swasta dalam menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif di daerah.
Untuk itu, kata Waryanto, fokus PSS-P2DTK adalah penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam memperbaiki iklim usaha agar lebih kondusif. Selain itu, peningkatan keterlibatan sektor swasta dalam perumusan kebijakan pengembangan ekonomi daerah dan strategi pengembangan ekonomi lokal, peningkatan kuantitas dan kualitas sarana pendukung kegiatan ekonomi. Partisipasi aktif dalam sektor swasta mutlak dilakukan sekarang.
"Musyawarah ini dilaksanakan agar setiap kita dapat mengetahui tujuan dan pola kerja kegiatan PSS. Selain itu, peserta mengetahui permasalahan dalam pengembangan usaha yang kurang mendukung perkembangan sektor swasta sehingga dapat dicarikan solusinya," ujarnya. (*)
P2DTK Menguatkan Kapasitas Pemerintah
Label:
Belu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar