Spirit NTT, 25-31 Mei 2009, Laporan Manyelus Dori Bastian dan Gerardus Manyela
KUPANG, SPIRIT--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi NTT mengingatkan pemerintah agar dalam mengelola anggaran memrioritaskan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehingga mampu menjawab pelaksanaan "Anggur Merah".
Hal itu disampaikan Ketua DPRD NTT, Drs. Melkianus Adoe saat menutup sidang I Tahun 2009, Senin (18/5/2009). Dalam pidatonya, Adoe menyampaikan beberapa catatan yang hendaknya menjadi perhatian pemerintah, antara lain alokasi belanja yang bertujuan mewujudkan NTT sebagai propinsi jagung, koperasi dan gudang ternak, diperlukan perencanaan yang matang, termasuk kesiapan masyarakat. Oleh karena itu, lanjut Adoe, perlu dibangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah ini.
Adoe mengatakan, berkaitan dengan dana bergulir sebesar Rp 321.814.000 untuk Tenaga Kerja Indonesia TKI yang disalurkan melalui PT Citra Bina Tenaga Mandiri, sisanya belum dikembalikan. Untuk itu, kata Adoe, diharapkan pemerintah segera berkoordinasi dengan pihak terkait, menyelesaikan masalah tersebut.
Adoe mengatakan, dewan mengharapkan agar BPK bekerja lebih peka dan tanggap terhadap berbagai laporan masyarakat berkaitan dengan dugaan penyimpangan oleh lembaga maupun perorangan.
Berkaitan dengan laporan BPK, dewan meminta pemerintah mencermati dan menindaklanjuti sungguh-sungguh. Mel Adoe juga menyoroti masalah pemadaman listrik yang terus berlanjut. Dewan mengimbau pemerintah mengambil langkah- langkah konkret sehingga masyarakat tidak dirugikan.
Berkaitan dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) TA 2008, kata Mel Adoe, dewan mengharapkan terobosan pemerintah dalam rangka meningkatkan investasi pada BUMD, BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) maupun dalam bentuk kemitraan dengan pemerintah daerah dan swasta.
Mel Adoe mengajak seluruh masyarakat NTT menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Presiden (Pilpres). "Saya mengajak seluruh masyarakat NTT untuk menggunakan haknya dengan cerdas dan penuh tanggung jawab agar pemimpin yang dipilih sungguh-sungguh mampu memimpin bangsa ini keluar dari berbagai krisis yang membelenggu bangsa ini," kata Mel Adoe. (*)
KUPANG, SPIRIT--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi NTT mengingatkan pemerintah agar dalam mengelola anggaran memrioritaskan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehingga mampu menjawab pelaksanaan "Anggur Merah".
Hal itu disampaikan Ketua DPRD NTT, Drs. Melkianus Adoe saat menutup sidang I Tahun 2009, Senin (18/5/2009). Dalam pidatonya, Adoe menyampaikan beberapa catatan yang hendaknya menjadi perhatian pemerintah, antara lain alokasi belanja yang bertujuan mewujudkan NTT sebagai propinsi jagung, koperasi dan gudang ternak, diperlukan perencanaan yang matang, termasuk kesiapan masyarakat. Oleh karena itu, lanjut Adoe, perlu dibangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah ini.
Adoe mengatakan, berkaitan dengan dana bergulir sebesar Rp 321.814.000 untuk Tenaga Kerja Indonesia TKI yang disalurkan melalui PT Citra Bina Tenaga Mandiri, sisanya belum dikembalikan. Untuk itu, kata Adoe, diharapkan pemerintah segera berkoordinasi dengan pihak terkait, menyelesaikan masalah tersebut.
Adoe mengatakan, dewan mengharapkan agar BPK bekerja lebih peka dan tanggap terhadap berbagai laporan masyarakat berkaitan dengan dugaan penyimpangan oleh lembaga maupun perorangan.
Berkaitan dengan laporan BPK, dewan meminta pemerintah mencermati dan menindaklanjuti sungguh-sungguh. Mel Adoe juga menyoroti masalah pemadaman listrik yang terus berlanjut. Dewan mengimbau pemerintah mengambil langkah- langkah konkret sehingga masyarakat tidak dirugikan.
Berkaitan dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) TA 2008, kata Mel Adoe, dewan mengharapkan terobosan pemerintah dalam rangka meningkatkan investasi pada BUMD, BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) maupun dalam bentuk kemitraan dengan pemerintah daerah dan swasta.
Mel Adoe mengajak seluruh masyarakat NTT menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Presiden (Pilpres). "Saya mengajak seluruh masyarakat NTT untuk menggunakan haknya dengan cerdas dan penuh tanggung jawab agar pemimpin yang dipilih sungguh-sungguh mampu memimpin bangsa ini keluar dari berbagai krisis yang membelenggu bangsa ini," kata Mel Adoe. (*)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar