Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Gubernur agar Obyektif Pilih Sekda


* Hindari Muatan Politis
Spirit NTT, 25-31 Mei 2009, Mayelus Dori Bastian dan Gerardus Manyela


KUPANG, SPIRIT
--Ketua Komisi A DPRD Propinsi NTT, Cyrilus Bau Engo, meminta Gubernur NTT harus obyektif memilih figur Sekretaris Daerah (Sekda) NTT dan hindari muatan politis. Figur sekda NTT harus betul-betul pejabat karier yang profesional.

Ditemui usai sidang paripurna DPRD NTT, Jumat (15/5/2009), Cyrilus mengatakan, gubernur harus menginventarisir pejabat yang kariernya baik dan profesional di bidangnya. Bagi Cyrilus, sekda adalah pejabat yang mengurus birokrasi. Untuk itu pemerintah harus bijak mempertimbangkan calon sekda.



"Kita harapkan calon-calon sekda adalah orang yang betul-betul mampu memenuhi syarat sebagai sekda, tidak boleh ada muatan politik macam-macam," kata Cyrilus.
Ketua Fraksi Golkar DPRD NTT ini, mengatakan, jabatan sekda akan berurusan dengan masalah teknis. Untuk itu, syarat kepangkatan dan track reccord dan pengalamannya tidak boleh diragukan. Proses pencalonan dan pengangkatan sekda harus melalui fit and proper test.

"Jabatan sekda ini salah satu pilar dalam birokrasi. Ini penting, jadi harus melalui fit and proper test, sehingga ketika menjalankan fungsinya nanti, tidak ada cacat administrasi,"tegas Cyrilus.

Anggota Fraksi PDIP, Yohanes Sehandi, mengatakan, dari pejabat eselon II yang ada di lingkup Pemprop NTT, dirinya memilih Frans Salem, S.H. Menurutnya, Frans Salem telah memenuhi syarat dua kali menduduki jabatan eselon II, yakni Kepala Dinas Sosial dan saat ini Kepala Dinas Pendapatan Daerah. Frans Salem adalah figur yang layak dan memenuhi kriteria sebagai sekda. Frans Salem juga pernah di Biro Keuangan sebagai Ketua Tim Anggaran Pendapatan Daerah.

Sehandi mengatakan, sudah waktunya calon sekda dipilih dari kalangan muda. Dia tidak sependapat jika calon dipilih dari pejabat yang sudah dekat masa persiapan pensiun (MPP). Sosok Frans Salem, kata Sehandi, selain masih energik, juga punya kemampuan, kapasitas dan kapabilitas yang cocok betul dengan tugas sekda.
"Kita pilih yang muda saja, jangan lagi pilih pejabat yang usia jabatannya dekat MPP. Akibatnya akan diganti lagi sebelum habis masa jabatannya," terang Sehandi. (*)


Tidak ada komentar: