Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Dua Kantor Kelurahan Segera Dibangun

Spirit NTT, 25-31 Mei 2009, Laporan Edy Hayong

ATAMBUA, SPIRIT
--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu segera membangun gedung Kantor Kelurahan Lidak dan Umanen karena kondisinya sudah rusak berat. Pembangunan setelah dilakukan perubahan APBD 2009. Saat ini Bagian Perlengkapan Setkab Belu sedang melakukan survai.

Wakil Bupati (Wabup) Belu, Ludovikus Taolin, B.A, mengatakan hal ini kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (15/5/2009). Ia ditemui terkait rusaknya kantor Kelurahan Lidak.



Taolin mengatakan, ia sudah melihat kondisi dua kantor lurah dalam wilayah Kota Atambua itu, yakni Kantor Lurah Lidak dan Umanen. Kondisi gedung dua kantor itu sudah tidak bisa dipertahankan karena kondisinya sudah rusak berat. Jika tidak diperbaiki saat ini, dipastikan dalam waktu dekat bakal roboh.

"Memang benar. Saya sudah lihat langsung kondisi gedung kantor lurah baik yang di Lidak maupun Umanen. Pembangunan awalnya tanpa perencanaan yang jelas karena mungkin ada kontraktor yang diminta kerja lalu kerjakan asal-asalan. Kalau saya tidak keliru gedung itu dibangun sejak masa pemerintahan mantan bupati Ignatius Sumantri. Kita tentu tidak ingin melihat kondisi kantor itu tetap rusak begitu. Kalau tidak dibangun baru, maka keamanan staf dalam bekerja selalu terganggu," ujar Taolin.

Diberitakan sebelumnya, Kantor Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan saat ini kondisinya memrihatinkan. Kantor yang dibangun sekitar tahun 1990-an itu sudah mengalami keretakkan di hampir semua bagian termasuk ruang kerja lurah sudah retak. Kondisi ini justru memcemaskan 13 staf kelurahan itu dalam bekerja.

Pantauan SPIRIT NTT, Kamis (14/5/2009), kantor yang terletak di Jalan Pelita ini jika dilihat dari luar gedung terlihat masih kokoh berdiri. Namun kondisi dari luar sangat kontras dibanding keadaan dalam ruangan dimana setiap sudut ruangan sudah retak. Bahkan di ruang kerja lurah, retakan yang membahayakan keselamatan jiwa. (*)


Tidak ada komentar: