Spirit NTT, 25-31 Mei 2009, Laporan Petrus Piter
WAIBAKUL, SPIRIT-- Bupati Kabupaten Sumba Tengah (Sumteng), Drs. Umbu Sappi Pateduk, mengambil sumpah dan melantik pengurus PGRI Sumteng, di kantor bupati setempat, belum lama ini.
Organisasi persatuan guru republik Indonesia (PGR) tingkat Kabupaten Sumba Tengah (Sumteng) harus mampu memberdayakan dan meningkatkan kualitas guru di wilayah itu. Dengan demikian kualitas pendidikan generasi sekarang dan mendatang menjadi lebih unggul dan kompetitif.
Bupati Umbu yang biasa disapa Umbu Bintang ini mengatakan, sebagai wadah PGRI yang memiliki sifat unitaristik, independen dan non partisan, diharapkan dapat memainkan perannya dengan optimal agar berbagai persoalan seputar pendidikan dapat teratasi. PGRI harus terus menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan tanpa membedakan satu dan lain, mandiri dan tidak berafiliasi dengan salah satu kekuatan partai politik tertentu.
Kehadiran PGRI menjadi bagian yang sangat penting untuk bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat membangun daerah ini. Umbu Bintang mengatakan, bidang pendidikan merupakan salah sector penting dan aktual yang menjadi perhatian pemerintah. Saat ini, ada beberapa isu aktual berkaitan dengan pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Sumteng.
Yakni rendahnya aksesibilitas masyarakat terhadap pusat-pusat pendidikan sebagai akibat terfokusnya sebagian besar lembaga pendidikan pada pusat pemerintahan baik wilayah kabupaten maupun kecamatan. Juga keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan dalam berbagai jenjang baik mulai TK hingga SLTA. Keterbatasan tenaga guru baik secara kuantitas maupun kualitas serta rendahnya kesadaran masyarakat menyekolahkan anaknya.
Sehubungan dengan realitas seputar dunia pendidikan tersebut, demikian Umbu Bintang, pemerintah tengah menggulirkan beberapa kebijakan strategis. Seperti membuka beberapa unit sekolah baru (USB) di daerah-daerah dengan daya dukung peserta didik yang memadai, strategi pendidikan satu atap, rekruitmen tenaga guru baik melalui jalur formasi CPNSD maupun melalui kontrak daerah dan menyelenggarakan program akta mengajar.
Guna kepentingan peningkatan kualitas tenaga pendidik, pemerintah telah bekerja sama dengan FKIP UKAW untuk menyelenggarakan program Universitas Terbuka (UT) bidang kependidikan bagi para guru.
Sementara itu, Ketua PGRI Sumteng, Andereas Pega, mengatakan, sebagai pimpinan lembaga profesi PGRI, pihaknya siap bekerja sama dengan pemerintah guna membangun kualitas pendidikan di wilayah itu. Tentu, sebagai sebuah organisasi baru, langkah awal adalah membenahi organisasi dahulu. (*)
WAIBAKUL, SPIRIT-- Bupati Kabupaten Sumba Tengah (Sumteng), Drs. Umbu Sappi Pateduk, mengambil sumpah dan melantik pengurus PGRI Sumteng, di kantor bupati setempat, belum lama ini.
Organisasi persatuan guru republik Indonesia (PGR) tingkat Kabupaten Sumba Tengah (Sumteng) harus mampu memberdayakan dan meningkatkan kualitas guru di wilayah itu. Dengan demikian kualitas pendidikan generasi sekarang dan mendatang menjadi lebih unggul dan kompetitif.
Bupati Umbu yang biasa disapa Umbu Bintang ini mengatakan, sebagai wadah PGRI yang memiliki sifat unitaristik, independen dan non partisan, diharapkan dapat memainkan perannya dengan optimal agar berbagai persoalan seputar pendidikan dapat teratasi. PGRI harus terus menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan tanpa membedakan satu dan lain, mandiri dan tidak berafiliasi dengan salah satu kekuatan partai politik tertentu.
Kehadiran PGRI menjadi bagian yang sangat penting untuk bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat membangun daerah ini. Umbu Bintang mengatakan, bidang pendidikan merupakan salah sector penting dan aktual yang menjadi perhatian pemerintah. Saat ini, ada beberapa isu aktual berkaitan dengan pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Sumteng.
Yakni rendahnya aksesibilitas masyarakat terhadap pusat-pusat pendidikan sebagai akibat terfokusnya sebagian besar lembaga pendidikan pada pusat pemerintahan baik wilayah kabupaten maupun kecamatan. Juga keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan dalam berbagai jenjang baik mulai TK hingga SLTA. Keterbatasan tenaga guru baik secara kuantitas maupun kualitas serta rendahnya kesadaran masyarakat menyekolahkan anaknya.
Sehubungan dengan realitas seputar dunia pendidikan tersebut, demikian Umbu Bintang, pemerintah tengah menggulirkan beberapa kebijakan strategis. Seperti membuka beberapa unit sekolah baru (USB) di daerah-daerah dengan daya dukung peserta didik yang memadai, strategi pendidikan satu atap, rekruitmen tenaga guru baik melalui jalur formasi CPNSD maupun melalui kontrak daerah dan menyelenggarakan program akta mengajar.
Guna kepentingan peningkatan kualitas tenaga pendidik, pemerintah telah bekerja sama dengan FKIP UKAW untuk menyelenggarakan program Universitas Terbuka (UT) bidang kependidikan bagi para guru.
Sementara itu, Ketua PGRI Sumteng, Andereas Pega, mengatakan, sebagai pimpinan lembaga profesi PGRI, pihaknya siap bekerja sama dengan pemerintah guna membangun kualitas pendidikan di wilayah itu. Tentu, sebagai sebuah organisasi baru, langkah awal adalah membenahi organisasi dahulu. (*)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar