Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Bahas Proyek Desalinasi Air Laut

* Raker Dewan-Pemerintah
Spirit NTT, 18-24 Mei 2009

LEWOLEBA, SPIRIT
--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata kembali membangun megaproyek, yakni proyek desalinasi air laut senilai Rp 15 miliar. Proyek yang dibiayai dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lembata itu direncanakan rampung tahun 2010 mendatang.

Hal ini terungkap dalam rapat kerja (Raker) DPRD Lembata dengan Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) dan Wabup, Jumat (8/5). Raker itu dipimpin Wakil Ketua DPRD, Frans Making, dihadiri Wabup, Andres Nula Liliweri, Kadis Kimpraswil, Ir. Anton Senda, M.T, dan Kasubdin Cipta Karya, Silvester Wungubelen.


Anggota Dewan menilai, dana yang diplotkan untuk megaproyek itu sangat fantastis. Di mana pada tahun anggaran 2008 dialokasikan sebesar Rp 4.365.200.000 dan pada tahun 2009 diplotkan lagi sebesar Rp 11.272.300.000. Sejumlah anggota Dewan, yakni Maria Sucitra Dewi, Ahmad Bumi, Yoseph Suban Amuntoda, Mochtar Pehang, mengkhawatirkan masa depan proyek ini.

Dewi khawatir proyek itu tidak bisa diberdayagunakan optimal kepada masyarakat sehingga Dewan akan disoroti oleh masyarakat. Mereka meminta pemerintah bekerja optimal sehingga proyek itu tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Yoseph Amuntoda memuji sikap politik pemerintah daerah yang akan menyediakan kebutuhan dasar air bersih bagi warga Kecamatan Ile Ape dan kecamatan pemekaran Ile Ape Timur dalam proyek itu.

Menurut Anton M. Senda, studi meneliti air sumur-sumur di wilayah Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur sudah dilakukan dan seluruh air sumur adalah air payau. Sementara sumber mata air dari Kecamatan Atadei debitnya terus menurun setiap waktu sehingga tidak cukup mensuplai kebutuhan air bersih warga. Dengan kondisi itu maka muncul gagasan dilakukan desalinasi air laut menjadi tawar. Lokasi yang cocok terdapat di Desa Bunga Muda.

"Sudah dilakukan studi dan kajian yang mendahuluinya sebelum dibangunan proyek desalinasi air laut ini," kata Anton. Menurutnya, alokasi anggaran 2008 sebesar Rp 4.365.200.000, telah diselesaikan pekerjaan persiapan, pematangan lahan dan dinding penahan tanah, pembuatan rumah RO (reverse osmosis), pekerjaan dudukan reservoir dan reservoir air baku kapasitas 100 meter kubik, pekerjaan dudukan reservoir dan reservoir air bersih kapasitas 150 meter kubik. Juga pekerjaan intake, pekerjaan pengadaan dan pemasangan pompa submersible, bangunan rumah genset dan pekerjaan penyelesaian.

Wakil Ketua DPRD, Frans Making menyarankan pemerintah merencanakan dengan seksama agar memanfaatkan pipa-pipa proyek air minum dari sumber mata air di Kecamatan Atadei yang bertebaran di hutan dan kebun warga di Ile Ape. Pipa air minum ini merupakan pipa baru pengadaan tahun 1980-an dan tidak pernah dipasang. (*)



Tidak ada komentar: