Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Terumbu Karang Tumbuh Subur di Taman Nasional Komodo


SPIRIT NTT/IST
TERUMBU KARANG--
Terumbu karang di perairan sekitar Taman Nasional Komodo (TNK). Gambar dipotret belum lama ini.

Spirit NTT, 06-12 April 2009

LABUAN BAJO, SPIRIT--
Survai singkat yang dilakukan tim ekspedisi Indonesia Reef 2007-National Geographic Indonesia pada perairan di sekitar kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) memberikan gambaran dan bukti nyata usaha konservasi terumbu karang. Pihak pengelola TNK sepertinya telah menemukan substrat yang tepat untuk pengembangbiakan karang.

Sekitar 80 persen ekosistem telah terbentuk di lokasi penyelaman Pulau Papagarang. Bongkahan batu gunung yang menjadi landasan tumbuhnya karang bahkan hampir tidak tampak. Karang, baik yang lembut maupun yang keras telah menutupi areal yang dibangun. Berbagai jenis ikan juga mengisi ekosistem yang mulai dibuat beberapa tahun lalu, antara lain berbagai jenis Butterfly fish dan Angelfish.




Bahkan, pada penyelaman malam satu-satunya di lokasi lainnya terlihat Nudibranch terbesar, Spannish Dancer, yang berukuran sekitar 25 cm. meskipun belum sebaik situs terumbu karang di Pulau Papagarang, rehabilitasi karang di selat antara Pulau Komodo dan Gililawa Darat ini sudah menjadi rumah bagi berbagai spesies. Jenis ikan yang terlihat menghuni kawasan tersebut antara lain Lionfish, Juvenile Sweet Lips, Moray Eel, Banded Cleaner Shrimps, Puffer fish, dan Bumphead Parrotfish.
Selain di kedua titik rehabilitasi karang, para relawan Indonesia Reef 2007-NGI juga menyelam di lima titik lainnya dari 31 Mei hingga 8 Juni lalu. Meskipun hanya melakukan pengamatan secara sekilas, jumlah spesies yang terlihat di setiap titik penyelaman cukup beragam.

Ikan Napoleon Warse yang sudah jarang ditemukan dan dilindungi ataupun sejumlah besar Bumphead Parrotfish, Tuna, Sweet Lips, Surgeon, Grouper, Travelly, Fuslilier, sampai "the amazing" Manta Ray dapat terlihat di wilayah ini, termasuk hiu karang seperti Black Tip dan White Tip.

Kekayaan biota laut yang terjaga, perairan yang relatif sehat, dan sangat indah, baik di bawah maupun di atas air, ditambah keunikan geografis dan kekhasan Komodo, selayaknya mendapat lebih banyak kesempatan untuk diapresiasikan, dipromosikan, sekaligus dikelola dengan bijaksana dan dijaga keindahannya. (eunike kristanti nugroho)


Tidak ada komentar: