Spirit NTT, 13-19 April 2009, Laporan Ege Moa
LEWOLEBA, SPIRIT--Lurah Lewoleba Timur, Kornelis Kewa Aman, tengah melakukan pengincaran terhadap 'manusia kelelawar' alias sejumlah wanita pendatang baru di wilayah itu yang tidak memiliki identitas jelas. Para wanita itu sering berkeliaran pada malam hari dan melakukan sejumlah aktifitas yang dinilai mengganggu kehidupan sosial kemasyarakatan.
"Saya menyebut mereka itu sebagai 'manusia kelelawar'. Kenapa? Karena siang hari kita tidak pernah menemukan mereka. Tetapi menjelang sore dan malam hari baru mereka keluar dengan dandanan cantik dan berada di emperan jalan. Ini orang-orang dari mana," kata Kornelis Kewa Aman, kepada SPIRIT NTT, Sabtu (4/4/2009) di Lewoleba.
Menurut dia, sejumlah wanita itu merupakan pendatang baru yang menetap di wilayah Kelurahan Lewoleba Timur di Kecamatan Nubatukan sejak beberapa bulan terakhir ini. Umumnya mereka menetap atau kos di rumah penduduk namun hingga kini belum memiliki identitas jelas.
Umumnya mereka bekerja di pub, karaoke dan tempat hiburan lainnya. Pada malam hari, mereka keluar dengan dandanan yang menarik perhatian warga dan hal ini membuat keresahan di kalangan masyarakat.
Karena itu, kata Kewa Aman, pemerintah setempat mulai melakukan operasi penertiban dari rumah ke rumah guna menertibkan warga pendatang baru itu. Pemeriksaan yang dilakukan empat tim itu akan 'bergerak' di empat lingkungan, delapan RW dan 42 RT.
Dari hasil penertiban pemeriksaan KTP, kartu KK, ditemukan mereka tidak memilikinya. "Dalam sweeping ini, kita temukan sekitar 200 orang warga di Lewoleba Utara yang tidak memiliki KTP dan kartu keluarga. Saat itu juga diproses KTP dan kartu keluarga dengan biaya Rp 30.000 per orang. Yang belum mampu bayar, kami beri batas waktu diselesaikan seminggu," kata Kewa Aman. (*)
Sweeping Wanita Pendatang Baru
Label:
Lembata
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar