Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Semua Komponen Jobber Layak Digunakan

Spirit NTT, 13-19 April 2009, Laporan Ege Moa


LEWOLEBA, SPIRIT--
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) memeriksa konstruksi fisik bangunan jobber. Hasilnya, seluruh komponen jobber dalam kondisi baik dan layak digunakan.

Seluruh fasilitas jobber dikerjakan menggunakan APBD II Lembata senilai Rp 18,7 miliar merupakan salah satu yang baik dari fasilitas serupa di berbagai tempat di Indonesia.



Utusan Pokja II BPH Migas, Hendry Achmad, Rabu (1/4/2009), melakukan supervisi kelayakaan teknis konstruksi jobber sebelum dimanfaatkan untuk menampung BBM. Fasilitas vital seperti tangki penampungan BBM, mesin pompa dan jeti (pelabuhan), pipa telah diujicoba kelayakannya menggunakan air. Uji fungsi ini berlangsung lancar dan semua komponen berfungsi baik. Hendry menilai fasilitas penampungan BBM tersebut baik dan layak untuk dipergunakan.

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Lembata, Raymundus Beda, S.E yang mendampingi kegiatan supervisi itu, menjelaskan, semua komponen jobber dalam kondisi baik dan layak digunakan. Hasil supervisi itu akan dilaporkan ke BPH Migas di Jakarta.

Ia menambahkan, seluruh konstruksi teknis jobber memenuhi standar Pertamina. Fasilitas vital, empat unit tangki BBM berkapasitas 300 kiloliter, pompa minyak, pipa distribusi, kondisi mesin pompa layak. Perusahaan pengelola bahan bakar minyak milik negara ini telah menyetujui alokasi BBM guna didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lembata. Empat tangki masing-masing memiliki 300 kl atau keseluruhan 1.200 kk meliputi satu unit tangki premium, satu tangki minyak tanah dan dua tangki untuk solar.

"Dari beberapakali pembicaraan sampai kesepakatan yang telah dilakukan pemerintah kabupaten dengan BPH Migas disetujui alokasi kepada Lembata sebanyak 1.200 kiloliter BBM. Namun mekanisme distribusinya akan dibahas lebih lanjut dengan PT Pertamina UPMS V Surabaya. Setelah Paskah, masalah ini akan dibicarakan dengan PT Pertamina UPMS Surabaya," jelasnya.

Dikatakannya, distribusi BBM ke Lembata akan dilakukan sebulan sekali oleh Pertamina. Jatah BBM Lembata, sejak Agustus tahun 2008 diangkut dari Depo Pertamina Maumere akan dialihkan ke Pertamina yang mendistribusikannya sendiri.

Ongkos pengangkutan BBM ditanggung Pertamina sehingga harga jual BBM kepada masyarakat Lembata akan berlaku sesuai harga nasional. Untuk pembelian BBM (premium, solar dan minyak tanah), pemerintah telah mengalokasikan dana Rp 5.850.000.000. Dana itu menjadi penyertaan modal pemda di Perusahaan Daerah Purin Lewo yang dipercayakan mengelola jobber. (*)


Tidak ada komentar: