Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Swedia-Pemkot Jajaki Kerjasama Pengolahan Limba


Spirit NTT, 13-19 April 2009

KUPANG, SPIRIT--
Setelah melakukan serangkaian kunjungan di beberapa tempat di Propinsi NTT, Dubes (Duta Besar) Swedia untuk Indonesia, Ann Marie Bolin Pennegard, bersama suaminya, Bjorn Bolin, bertemu dengan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, di ruang kerja Walikota Kupang, Selasa (31/3/2009).

Dalam pertemuan yang dihadiri wartawan senior, Aco Manafe, George Paulus dari Pemprop NTT, dan beberapa pimpinan SKPD lingkup Pemkot Kupang, berhasil dijajaki kemungkinan kerjasama antara Pemerintah Swedia dan Pemerintah Kota Kupang dalam bidang pengolahan limbah.


Dubes Ann Marie Bolin Pennegard pada kesempatan itu, mengatakan, Swedia saat ini sedang membangun jaringan kerja sama dengan kota-kota yang ada di Indonesia dalam hal pengolahan atau daur ulang limbah.

Menurut Dubes Ann, saat ini pihaknya tengah melakukan identifikasi terhadap kota-kota yang ada di Indonesia mengenai proses pembuangan limbahnya, dan apakah perlu untuk dilakukan proses pengolahan limbah.

Kepada Walikota Kupang, Marie Bolin mengatakan, pihaknya bersedia untuk memfasilitasi dan memberikan penguatan-penguatan dalam bentuk pelatihan pengolahan limbah. Dia meminta Walikota Kupang untuk menyiapkan proposal kerja sama serta aparatur yang siap untuk dilatih dalam hal proses pengolahan limbah.

Pemkot Siap
Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, menyambut baik tawaran yang disampaikan Dubes Ann Marie Bolin Pennegard, dan menyatakan kesiapannya untuk menyiapkan konsep kerjasama serta aparatur yang akan dilatih.

Kepada Dubes Swedia, Walikota Daniel Adoe menyampaikan persoalan-persoalan kemasyarakatan yang saat ini masih dialami oleh Kota Kupang, di antaranya kebutuhan masyarakat akan air bersih dan pelayanan kesehatan. Baru sekitar 30 persen masyarakat Kota Kupang yang dilayani air bersih, dan ada sekitar 60 persen masyarakat Kota Kupang yang membutuhkan layanan kesehatan gratis.

"Pemkot sangat terbuka dengan pihak manapun yang mau bekerjasama dan memberikan bantuan dalam rangka mengatasi persoalan-persoalan kemasyarakatan. Pemkot tidak menerima bantuan dalam bantuk uang tetapi dalam bentuk fisik atau barang yang sudah jadi, yang orientasinya adalah untuk kebutuhan masyarakat miskin, karena kalau dalam bentuk uang maka ada peluang korupsi di sana," tegas Adoe.

Ia mencontohkan kerja sama yang dilakukan Pemkot dengan Pemerintah Tynarlo-Belanda, dimana pihak Pemerintah Tynaarlo memberikan bantuan dalam bentuk penyediaan sanitasi untuk rumah tangga dan air bersih dalam bentuk sumur bor.

Pertemuan yang berlangsung hampir satu jam bernuansa kekeluargaan itu, diakhiri dengan foto bersama serta pemberian kenang-kenangan dari walikota kepada Dubes Swedia, dan juga sebaliknya dari Dubes Swedia kepada Walikota Kupang. (humas infokom kota kupang)








Tidak ada komentar: