Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Bapedalda Kelola Tinja

Spirit NTT, 13-19 April 2009, Laporan Hermina Pello/Reddy Ngera


KUPANG, SPIRIT--
Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, akan menugaskan Bapeldalda Kota Kupang untuk mengelola sistem pengolahan tinja di tempat pembuangan akhir (TPA) Alak yang kini sudah rusak. Alokasi anggaran diajukan dalam perubahan anggaran mendatang.

"Tahun ini harus diperbaiki, tuntaskan seluruhnya agar pengolahan tinja bisa berfungsi. Sekarang belum bisa diperbaiki. Memang butuh waktu, tetapi harus berjalan sesuai aturan," tegas Adoe saat ditemui di kantor walikota, Jumat (3/4/2009). Adoe mengatakan, APBD Kota Kupang tahun 2009 yang sudah ditetapkan, belum dialokasikan dana untuk perbaikan sistim pengolahan tinja.


Menurut dia, untuk pengolahan sampah, pemkot Kupang sudah bekerja sama dengan Yayasan Arnoldus untuk membuat kompos sedangkan untuk pengolahan tinja, pemkot belum menjalin kerjasama namun diharapkan pengolahan tinja itu bisa menghasilkan kompos.

Ditemui terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Kupang, Nikolaus Fransiskus, mengatakan, Pemkot harus segera mencari solusi alternatif yang tepat, untuk mengatasi rusaknya instalasi pengolahan tinja.

Menurut Frans, rusaknya instalasi pengolahan tinja segera diperbaiki. Jika tidak bisa menimbulkan wabah penyakit karena bak penampung tinja itu dalam keadaan terbuka.
Bak penampungan tinja di TPA Alak, tidak berfungsi. Jaringan perpipaan yang terintegrasi dengan bak penampung serta mesin penyedot air tinja, rusak. Meski demikian, tinja masih dibuang di TPA tersebut.

Di TPA Alak terdapat tiga bak tinja. Bak pertama berukuran 5 x 3 meter sebagai penampung tinja, terisi air. Bak itu tidak ada penutup. Bak kedua yang letaknya sekitar tujuh meter dari bak pertama, juga terisi air. Tinggi air dalam bak sekitar 30 centimeter (cm). Sedangkan bak ketiga, berukuran sekitar 10 meter x 5 meter, letaknya sekitar 10 meter dari bak pertama. Selain ditumbuhi rumput, bak tersebut juga berisi sampah.
Ferdinandus Sifa, petugas dari Dinas Kebersihan dan Pertamaman Kota Kupang, saat ditemui di TPA Alak, Kamis (2/4/2009) mengatakan, bak tinja tidak berfungsi sejak empat tahun lalu karena tiga mesin penyedot air tinja rusak.

Penyebab lainnya, pipa yang biasa digunakan untuk mengalirkan air dari bak penampung tinja banyak yang bocor, bahkan ada yang patah. "Tiga buah kran pipa yang ada dibak penampung tinja itu, dicuri orang," katanya. (*)



Tidak ada komentar: