Spirit NTT, 13-19 April 2009
ATAMBUA, SPIRIT--Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT diharapkan agar dapat mengubah pola kerja lama dengan pola baru sehingga program kerja berupa proyek-proyek propinsi di kabupaten mudah dikendalikan dan dijauhkan dari image penelantaran.
Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, mengatakan hal ini saat bertatap muka dengan anggota DPRD NTT wilayah pemilihan Belu di ruang rapat Lantai II Kantor Bupati Belu, Senin (23/3/2009).
Bupati mengatakan hal ini setelah Ketua Tim DPRD NTT, Maternus Bili, menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerja ke daerah itu. Maternus didampingi anggota Dewan lainnya, Armindo Soares. Saat itu Bili menyampaikan pesan gubernur kepada pemda setempat dalam menyukseskan program Anggur Merah (anggaran untuk rakyat menuju sejahtera) terutama program sebagai propinsi jagung, propinsi peternakan dan propinsi koperasi.
"Kami membawa serta pimpinan atau pejabat SKPD sehingga mereka bisa menyampaikan kepada bupati dan melihat langsung tingkat pencapaian program tahun 2008, termasuk program luncuran tahun 2009," katanya.
Bupati Belu pada kesempatan itu, mengatakan, realisasi program Anggur Merah di Belu sudah dilaksanakan sejak tahun 2007. Ia juga mengatakan mendukung program Anggur Merah termasuk program NTT sebagai propinsi jagung, peternakan dan koperasi.
"Tapi kita tak bermaksud merendahkan. Tolong ubah mind set, pola kerja lama harus ditinggalkan. Pimpinan SKPD harus ada di lapangan bukan di belakang meja sehingga bisa mengetahui kondisi riil di lapangan dan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat," tegas Lopez.
Bupati Lopez mencontohkan, proyek propinsi di Belu hampir lima tahun berjalan, namun tak ada perubahan, seperti ruas jalan di wilayah perbatasan dengan Timor Leste. Kalaupun ada perbaikan hanya satu atau dua kilometer. Selebihnya tak dilanjutkan, padahal masyarakat di daerah perbatasan sangat membutuhkan perbaikan infrastruktur tersebut guna peningkatan ekonomi dan mobilisasi kebutuhan.
Bupati berharap agar ke depan, antara pemprop dan kabupaten terjalin sinergitas pelaksanaan program dan pola kerja sama harusa diubah dengan mengetahui lebih dini apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Hadir dalam pertemuan itu Wabup Belu, Lodovikus Taolin, B.A; Wakil Ketua DPRD Belu, Drs. Herman Koko Silvester; Kejari Atambua, Drs. Yohanes Gatot Irianto, S.H; Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Samuel Hehakaya; Dansatgaspur RI- RDTL, Letkol (Inf) Yunianto; Ketua PN Atambua dan Wakapolres Belu. (humas pemda belu)
Pemprop NTT Agar Mengubah Pola Kerja
Label:
Belu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar