Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Pemerintah Buka Kebun Contoh di Ile Ape

Spirit NTT, 20-39 April 2009, Laporan Ege Moa

ILE APE, SPIRIT--
Pemerintah Kabupaten Lembata akan membuka kebun contoh di Ile Ape menyusul segera dibangunnya Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di kecamatan itu. Petani Ile Ape menyerahkan lahan seluas 1,5 hektar di Muruona kepada pemerintah, Rabu (8/4/2009). Selain kebun contoh, di atas lahan milik Petrus Doni dan Nikolaus Niku ini, pemerintah membuka tempat praktek pertanian, tempat pertemuan dan perpustakaan.

Fasilitas ini diharapkan dapat membuka akses informasi yang lebih luas kepada petani, sehingga mereka akan memiliki pengetahuan, wawasan dan keterampilan guna meningkatkan usahanya.


Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Lembata, Drs. Muhidin Isack, didampingi Kabag Tata Pemerintahan, Said Kopong, S.H, M.Si, menyerahkan dana kompensasi ganti rugi lahan dimaksud senilai Rp 50 juta. Uang itu diterima oleh pemilik lahan Petrus dan Nikolaus. Hadir dalam kemmepatan itu Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BP3), Leonardus Semadu, dan Kepala Bidang Penyuluhan, Felix Bediona.

Muhidin mengatakan, dengan penyerahan ganti rugi uang atas lahan dimaksud, maka pemerintah daerah tidak akan berurusan lagi dengan klaim atau protes dari warga lain di kemudian hari. Jika ada klaim, maka pemilik lahan yakni Petrus dan Nikolaus yang harus berhadapan dengan warga tersebut.

Dana kompensasi senilai Rp 50 juta itu tak seberapa nilainya dibandingkan dengan kerelaan masyarakat menyerahkan lahannya kepada pemerintah itu. "Uang tersebut bukan merupakan harga jual beli, melainkan imbalan atau penghargaan kepada pemilik lahan yang telah merelakan lahannya untuk kepentingan masyarakat," kata Muhidin. Muhidin berharap, sikap rela berkorban dari pemilik lahan dimaksud bisa dicontohi warga Lembata lainnya.

Petrus mengakui, sebelum ada kepastian penyerahan lahan itu, keluarganya sering ditekan dan diancam pihak tertentu. Petrus berharap setelah penyerahan lokasi ini, ancaman itu tidak muncul lagi. "Ini adalah lahan olahan saya dan adik saya. Kami ikhlas dan senang hati menyerahkannya untuk kepentingan banyak orang. Kami tidak cari untung," kata Petrus yang menyatakan siap bertanggung jawab bila muncul klaim pihak lain yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Leonardus Semadu mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan agar ke depan masyarakat setempat direkrut menjadi penjaga kantor, tukang kebun atau tenaga administrasi lainnya.

Felix Bediona mengatakan, lahan ini akan diusulkan untuk pembangunan BPP yang dananya menggunakan dana DAK 2009 senilai Rp 475 juta. Hingga tahun 2009 ini, Kabupaten Lembata telah memiliki tiga BPP, yakni di Kecamatan Nubatukan, Atadei dan Ile Ape. Tahun 2010, direncanakan dibangun BPP di Lebatukan dan Nagawutun. (*)


Tidak ada komentar: