Spirit NTT, 13-19 April 2009
ATAMBUA, SPIRIT--Koperasi harus maju sebagai barisan terdepan ekonomi rakyat. Dengan demikian koperasi dapat memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, termasuk pegawai negeri sipil (PNS) yang kini tergabung dalam Kopensetda Belu.
Penegasan ini disampaikan Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Pelaksana (Plt) Sekab Belu, Drs. Ati Hendrikus, saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopensetda Kabupaten Belu Tahun Buku 2008 di Aula Hotel Klaben-Atambua, Jumat (13/3/2009).
Bupati Lopez mengatakan, koperasi itu bukan sekadar suatu organisasi atau perkumpulan ekonomi belaka, namun koperasi memiliki beberapa aspek lain yang bersifat sosial guna membentuk watak serta kepribadian individu anggotanya.
Aspek-aspek itu, antara lain koperasi merupakan wadah untuk tempat berlatih meningkatkan keterampilan manajemen ekonomi serta memupuk sifat-sifat mandiri dalam bidang kewiraswastaan, koperasi merupakan wadah untuk menempa sikap demokratis serta disiplin pada anggota. Koperasi juga merupakan wadah untuk mendidik bagaimana cara berorganisasi yang baik, memberikan pelayanan dalam bidang ekonomi serta berusaha meratakan pendapatan anggotanya secara adil serta mnenumbuhkan sikap gotong- royong.
Bupati menyampaikan terima kasih kepada pengurus Kopensetda yang telah menata koperasi ini dengan baik. Prestasi ini kata bupati harus terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.
Bupati juga meminta agar pengurus memperhatikan pelaksanaan pembelian kredit kepada anggota atau bukan anggota. Ia meminta agar pemberian kredit yang dilakukan tetap mengutamakan kejujuran seperti perincian gaji dan pemanfaatan pinjaman. Bupati Lopez mengatakan, banyak anggota yang memijam uang bahkan gajinya sudah tersisa sedikit bahkan minus dan uang pinjaman itu hanya untuk konsumtif belaka seperti acara keluarga/pesta, acara adat dan lebih fatal lagi untuk perjudian.
Seharusnya, kata bupati, setiap pinjaman dapat dimanfaatkan bagi keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga seperti sebagai modal usaha, investasi untuk membangun rumah, beli tanah dan lain-lain. Kalaupun konsumtif, tetapi penggunaannya untuk barang dan jasa, seperti kendaraan untuk menunjang pelaksanaan tugas dan kerja. Bentuk lain kredit, yakni untuk sekolah guna peningkatan SDM dan promosi tugas atau pendidikan anak.
Ketua Kopensetda Belu, Drs. Silverius Mau, dalam laporannya mengemukakan bahwa Kopensetda Belu terus berkembang dari ke tahun. Pada tahun buku 2008 koperasi ini mendapat sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp 396.380.000,00 dari SHU tahun buku 2007 hanya Rp 330.332.000,00 atau mengalami kenaikan sebesar Rp 66.048.000,00 (19.99 persen).
Namun di sisi lain, Kopensetda Belu dalam Tahun Buku 2008 masih terdapat masalah berupa masih terdapat beberapa anggota yang gajinya tak cukup untuk mencicil pinjaman dari Kopensetda dan belum ada karyawan atau tenaga komputer di Sekretariaat Kopensetda. Hadir dalam kegiatan itu, badan pengurus, badan pengawas dan anggota Kopensetda Belu. (humas pemkab belu)
Koperasi, Barisan Terdepan Ekonomi Rakyat
Label:
Belu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar