Sprit NTT, 30 Maret-5 April 2009
KUPANG, SPIRIT--Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pniel Manutapen merayakan ulang tahun gerejanya ke-52. Perayaan HUT yang dihadiri Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, itu berlangsung di gereja setempat, Selasa (3/3/2009).
Hadir Ketua Majelis Sinode GMIT, Pendeta Dr. Eben Nuban Timo; Ketua Majelis Jemaat Pniel Manutapen, Pendeta Marce Maniyeni Nite, dan ratusan jemaat setempat.
Perayaan ini ditandai ibadat syukur yang dipimpin Ketua KPWK Kota Kupang, Pendeta Yance Nayoan. Dalam kothbahnya yang diambil dari Kitab Yehezkiel 47:1-12 tentang Sungai yang Keluar dari Bait Suci, Pendeta Yance Nayoan mengatakan, sungai yang keluar dari bait suci akan mengalirkan kehidupan bagi setiap orang. Ke mana saja sungai itu mengalir, maka akan ada kehidupan di sekitarnya.
Menurut Pendeta Nayoan, representasi bait suci ada di dalam orang-orang percaya. Oleh sebab itu, di manapun orang-orang percaya itu berada, ia mesti mengalirkan damai sejahtera dan kehidupan bagi orang-orang di sekitarnya.
Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, dalam sambutannya mengatakan, usia 52 tahun adalah usia matang. Kalau diidentikkan dengan manusia, maka pada usia tersebut ketika melakukan sesuatu harus berpikir dengan matang.
Oleh karena itu, kata dia, pada usia 52 tahun telah membuat jemaat GMIT Pniel Manutapen tumbuh menjadi sebuah jemaat yang dewasa. Walikota bangga terhadap jemaat ini yang meskipun awal hanya enam kepala keluarga (KK) serta tumbuh dan berkembang dari sebuah lokasi perjudian, tetapi jemaat ini dapat tumbuh dengan mewartakan nilai-nilai kebaikan dan berkembang menjadi sebuah jemaat yang besar.
Senada dengan walikota, Ketua Sinode GMIT, Pendeta Dr. Eben Nuban Timo, menyampaikan kebanggaannya kepada jemaat ini. Pada usia ini ia meminta jemaat untuk menyampaikan ucapan syukur kepada Dia karena jemaat ini telah mekar dari 9 KK menjadi 600-an KK dengan 2757 jiwa. "Ini merupakan suatu yang luar biasa," katanya.
Selain bersyukur, kata Pendeta Eben, jemaat juga patut mengucapkan penghargaan dan terima kasih kepada para pendiri jemaat ini karena mereka telah mampu mewariskan nilai-nilai yang baik dalam perkembangan dan pertumbuhan jemaat ini. Dan, usaha yang mereka lakukan tidak sia-sia.
Pendeta Eben menambahkan, "Kalau kita melakukan hal-hal yang baik meskipun di tengah-tengah kesulitan atau tantangan tetapi kalau dikerjakan dengan mata memandang kepada Tuhan, maka kita akan menuai hasil yang baik dan memuaskan." (humas infokom kota kupang)
GMIT Pniel Manutapen Rayakan HUT ke-52
Label:
Kota Kupang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar